Pekerja Asal Jawa Barat Turut Bakar Lahan di Kuansing Sabtu, 10/10/2015 | 08:58
DARIRIAU.com - Kasus kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Bahkan kepolisian setempat berhasil mengamankan Empat orang pelaku.
Keempat tersangka tersebut diduga melakukan pembakaran lahan di areal Bukit Betabuh Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuansing pada Jumat (9/10) kemarin.
Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Ario Tejo, berdasarkan laporan yang masuk di Polda Riau dari Polres Kuansing, keempat pelaku berhasil diamankan berkat kerjasama aparat anggota kepolisian, kepala desa dan masyarakat setempat.
Guntur menceritakan pada hari Jumat 09 Oktober 2015 sekitar 08.00 Wib pelapor Ronal Di Alfren, anggota Polres Kuansing mendapatkan info dari masyarakat bahwa di areal Bukit Betabuh Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik ada lahan yang dibakar. Setelah mendapat informasi tersebut, Ronal menghubungi Efrizal selaku Bhabinkamtibmas di Desa Kasang untuk cek lokasi. Setelah dicek ternyata benar ada pembakaran lahan.
Setelah pelapor sampai TKP bersama dengan Efrizal, Arifin (Pegawai kantor Camat Kuantan Mudik) dan Masrijal (Kepala Desa Kasang) memanggil pelaku pembakaran tersebut dan diamanakan beserta barang bukti. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polres Kuansing.
Keempat tersangka tersebut adalah
Khairudin (74) yang merupakan pemilik lahan sekaligus yang menyuruh membakar lahan. Khairudin merupakan warga Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik.
Tersangka selanjutnya adalah Idih, Tajudin, dan Asikin, yang merupakan pekerja lepas asal Jawa Barat. Saat ditangkap turut diamankan barang bukti berupa 3 parang panjang dan korek api yang digunakan untuk membakar lahan.
Ulah pelaku yang membakar lahan tersebut akan dikenakan pasal Pasal 50 ayat 3 huruf d Jo Pasal 78 ayat 4 UU RI No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan, atau Pasal 108 Jo pasal 69 ayat 1 huruf h UU RI No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Saat ini lokasi lahan yang terbakar telah dipasang police line. Rencananya kita akan memanggil para saksi dan cek TKP bersama ahli serta mengambil titik koordinat," ujar Guntur. (Dr2/wid)