Plt Gubri: Satgas Karlahut Sudah Bekerja Maksimal Jumat, 02/10/2015 | 19:54
DARIRIAU.com - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Riau sempat membuat heboh karena berniat berangkat ke Malaysia agar negara jiran tersebut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau.
Keberangkatan Pemuda Muhammadiyah ke Malaysia untuk bertemu Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, serta pimpinan Bomba Malaysia. Pemuda Muhammadiyah menilai kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan udara di Riau berbahaya tidak lagi bisa ditangani oleh Indonesia saja.
"Ini merupakan bentuk keprihatinan Pemuda Muhammadiyah Riau melihat kondisi masyarakat Riau tertimpa bencana asap," ungkap Jayus, Ketua Bidang Lingkungan Pemuda Muhammadiyah Riau pada saat acara dialog membahas karlahut di Riau, bersama Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Riau, Jumat (2/10).
Menurut Dosen Ilmu Komunikasi UMRI tersebut, penanganan karhutla oleh Pemprov Riau dan Satkernya serta Pemerintah Pusat sudah berupaya maksimal atasi kabut asap namun sampai saat ini asap tak kunjung hilang. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sudah meminta negara tetangga membantu oleh sebab itu Pemuda Muhammadiyah Riau menyambut baik hal ini.
Menanggapi hal ini Plt Gubri H. Arsyadjuliandi Rachman mengatakan menyambut baik kerjasama antara Indonesia dengan Malaysia dalam menangani persoalan kehutanan, terutama kebakaran lahan. Namun yang lebih tepat adalah dengan melakukan riset bersama.
"Mungkin saja Kita bersama negara tetangga dalam upaya pencegahan dan penanganan karlahut di Riau bisa melakukan kerjasama dalam bentuk bentuk seminar atau riset yang menghasilkan kajian-kajian ilmiah guna mengatasi kabut asap yang disebabkan oleh karlahut di Riau,'' kata Plt Gubri.
Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Provinsi Riau telah membentuk Satgas Karlahut yang dioperasikan sejak bulan Maret 2015 yang sampai saat ini sudah berusaha semaksimal mungkin mengatasi kebakaran lahan dan hutan.
"Sejak Rabu (23/9/2015), hotspot di Provinsi Riau nihil, Kabut asap masih ada Provinsi Riau, hal ini karena adanya asap kiriman dari provinsi tetangga," kata Plt Gubri H. Arsyadjuliandi Rachman.
Info hotspot hari ini menurut data BMKG Jumat (2/10), di Sumatera terpantau 693 hotspot dengan sebaran di Sumatera Selatan (Sumsel) 613 hotspot, Jambi 32 hotspot, Lampung 37 hotspot, Kepulauan Riau (Kepri) 1 hotspot, Bangka Belitung (Babel) 9 hotspot, dan Riau 1 hotspot.
"Satgas saat ini lebih fokus pada penanggulangan kesehatan akibat dampak kabut asap di Riau. Hal ini sangat berpengaruh pada masyarakat, melihat kondisi ISPU yang tinggi dan korban ISPA yang meningkat di Provinsi Riau," ujarnya
Plt Gubri juga telah meminta ke kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk melaksanakan penanggulangan Kesehatan akibat dampak kabut asap yang disebabkan pembakaran lahan dan hutan,dan mengajak seluruh lapisan masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama memberikan sosialisasi tentang bahaya penyakit akibat dampak kabut asap.
Turut hadir dalam acara dialog ini Plt Rektor UMRI, Taswin Yacob, tim Satgas Karlahut Provinsi Riau, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjen (pol) Dolly Bambang Hermawan, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Henri Alfiandi, tokoh masyarakat Riau H. Saleh Djasit, H. Wan Abu Bakar, dan Civitas Akademika UMRI. (dr2)