| | | | | |
Kamis, 24 Oktober 2013  
Jamal Kritik Pejabat Doyan ke Luar Kota

Otonomi -
Minggu, 20/10/2013 - 23:05:32 WIB

DARIRIAU.com - Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdillah mengkritik kinerja sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlalu sering melakukan tugas ke luar kota. Terlalu seringnya pejabat tidak berada di wilayah tugasnya, berdampak kepada kinerja SKPD yang dipimpinnya serta lambatnya pelaksanaan program pembangunan yang sudah disusun serta tertuang dalam APBD.

"Mayoritas kepala SKPD di Pemkab Bengkalis ini hari, kerja mereka lebih banyak berada di luar kota atau luar kabupaten Bengkalis. Tak jelas apa yang mereka urus di luar kota, sementara pekerjaan yang
harus diselesaikan ada di wilayah Kabupaten Bengkalis. Ini sangat tidak efektif dan harus menjadi perhatian kepala daerah, supaya kepala SKPD lebih banyak bekerja di Bengkalis ini," tegas Jamal Abdillah, Minggu (20/10).

Disebut Jamal, sudah bukan rahasia lagi, ada kepala Dinas yang jarang masuk kantor sampai berminggu-minggu. Mereka itu umumnya adalah pejabat yang berasal dari luar Bengkalis, dimana keluarga mereka tinggal di Pekanbaru, sehingga waktu tugas mereka lebih banyak berada di luar daerah. Padahal Kadis yang sering bolos tersebut, memegang jabatan kepala SKPD di tempat yang cukup strategis.

Politisi PKS itu menyentil, setiap hari Jumat mayoritas yang antrian di penyeberangan roro di Air Putih kota Bengkalis adalah mobil pejabat. Termasuk diantara pejabat eselon III dan IV yang selalu
sering berangkat. Parahnya lagi, ada pejabat yang merasa tidak perlu masuk kantor, padahal dia kepala SKPD, termasuk pada saat hearing (dengar pendapat,red) di dewan, selalu diwakilkan pejabat dibawahnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, etos kerja kepala SKPD berikut perangkatnya cukup rendah. Kepedulian mereka terhadap kemajuan poembangunan daerah sangat rendah, seperti tidak ada rasa tanggungjawab, walau dalam berbagai kesempatan bupati selalu mengingatkan bawahannya untuk bergerak cepat, tapi buktinya tetap tak dihiraukan," tukas Jamal lagi.

Bahkan ujarnya, ada kepala SKPD balik ke Pekanbaru hari Jumat, baru balik lagi ke Bengkalis hari Selasa atau Rabu minggu berikutnya. Rendahnya etos kerja serta minimnya rasa tanggungjawab
tersebut, salah satu dampaknya adalah penyerapan APBD yang selalu rendah menjelang akhir tahun anggaran. Lalu, pelaksanaan pelelangan kegiatan pembangunan juga selalu molor hampir setiap tahunnya.

Dalam kesempatan itu, Jamal juga mencontohkan setiap ada kegiatan bupati di luar kota Bengkalis, mayoritas kepala SKPD berangkat. Padahal tidak harus seluruh kepala SKPD harus berangkat,
cukup mereka yang punya tupoksi dengan kegiatan saja ikut rombongan bupati atau wakil bupati.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi tersebut, dimana pejabat setingkat kepala SKPD seperti tidak punya beban dalam melaksanakan tugasnya. Yang lebih menyedihkan lagi, ada pejabat yang hanya berorientasi kepada proyek semata, tetapi tugas sebenarnya seperti diabaikan," tambah pria 28 tahun tersebut.(ad/fr)

(51) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

| | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved