Komitmen Riau Membangun Pendidikan
Canangkan Program Wajar 12 Tahun
Rabu, 09/10/2013 - 00:21:51 WIB
 |
| Gubri Rusli Zainal Serahkan Penghargaan Bagi Siswa Riau berprestasi. |
TERKAIT:
DARIRIAU.com - Sempena peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2013 lalu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP mencanangkan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun di Provinsi Riau. Pencanangan Wajar itu dilakukan Gubri usai memimpin upacara Hardiknas tahun 2013 di halaman kantor Gubernur Riau.
Gubri Rusli Zainal menyebut, program Wajar 12 tahun yang dicanangkan tersebut akan berlaku untuk seluruh Kabupaten/Kota di Riau, yang dimulai dari Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan dimanapun. "Karena itu saya minta sinergi dari stak holder terkait seperti Dinas pendidikan, masyarakat, dan juga dunia usaha serta lainnya dalam mensukseskan program ini," kata Gubri.
Melalui Program Wajar 12 tahun ini diharapkan kedepan tidak ada lagi anak didik usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan. Karena itulah program Wajar 12 tahun iniharus dapat disosialisasikan dengan baik ditengah masyarakat.
"Terutama peran media dalam melakukan sosialisasi yang bisa mencerdasakan masyarakat dalam memandang bidang pendidikan ini, sehingga kita bisa mewujudkan cita-cita yang mulia ini sampai ditengah masyarakat kita," tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Riau HM Wardan menyebut, Untuk mensukseskan program Wajar 12 tahun ini Dinas Pendidikan dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan pendataan terhadap berapa jumlah anak usia sekolah yang tidak bersekolah, dan juga lulusan SMP/MTs yang tidak melanjutkan sekolah.
"Karena pada tahun anggaran 2014 mendatang sudah diangarkan untuk mereka, kita tentunya berharap di Provinsi Riau tidak ada lagi anak putus sekolah yang tidak bersekolah, dukungan dari Kabupaten/Kota terutama dalam memberikan data akurat tentang anak putus sekolah ini sangat kita harapkan," pungkasnya.

Foto: Gubri Rusli Zainal tandatangani prasasti
pencanangan Program Pendidikan 12 Tahun.
Sementara dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia M Nuh pada Hardiknas 2013 ini yang dibacakan Gubri Rusli Zainal, Mendikbud menyampaikan permohonan maafnya terhadap berbagi persoalan yang terjadi pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini, terutama untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
"Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional Tingkat SMA sederajat tahun pelajaran
2012/2013. Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," ucapnya.
Mendikbud juga menyebut, ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah daya imunitasnya ditingkatkan, satu di antara upayanya adalah melalui vaksinasi. Dalam perspektif sosial kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya yaitu kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan beradaban.
"Bagaimana caranya menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut? Jawabannya adalah pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial," sebutnya.
Selain sebagai vaksin sosial, pendidikan menurutnya juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial. Dua hal itulah yang melatarbelakangi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yaitu "Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan". Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindari dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial.
"Tema itu merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan," pungkasnya.

Foto: Gubri dan Isteri saat Upacara Peringatan Hardiknas 2013.
Bahkan dalam menambah akses pendidikan Riau semakin luas, Pemprov juga memprogramkan hibah sejuta buku, gerakan Riau membaca. Untuk mewujudkan gerakan sejuta buku ini, Gubri juga meminta semua dinas menyediakan buku untuk disumbangkan ke Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD), terus mensukseskan hal itu BPAD juga menggelar Iven Riau Sejuta Buku (Riau Sejuk) yang diadakan sempena peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional, Hari Perpustakaan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2013.
"Kegiatan ini tentunya sangat memberi nilai positif bagi upaya peningkatan sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Riau. Karena dengan membaca kita akan bisa mengusai dunia," kata Gubri saat membuka acara tersebut, Senin (20/5/13) di auditorium Wan Ghalib gedung BPAD Riau.

Foto: Gubri Rusli Zainal Serahkan Penghargaan Bagi Siswa Riau berprestasi.
Gubri menebutkan, kegiatan Riau Sejuta Buku ini merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Riau. "Ini salah satu upaya kita mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga standar kualitas sumber daya manusia anak-anak negeri ini, benar-benar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain,"kata Gubri.
Terutama sekali kata Gubri, dalam menghadapi era globalisasi ini, buku merupakan sarana yang sangat penting untuk pencerdasan anak bangsa. Karena itu, semua pihak harus bertanggungjawab dan perhatian yang penuh terhadap kualitas bangsa.
Dikesempatan itu Gubri juga mendesak adanya dukungan dunia usaha, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Diantaranya, dengan meningkatkan program pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di perusahaannya. (advertorial)