PLN Minta Bantu RAPP dan Indah Kiat Senin, 07/10/2013 | 23:12
DARIRIAU.com - PT PLN Wilayah Riau - Kepulauan Riau, akan meminta bantuan PT RAPP dan PT Indah Kiat Pulp and Paper guna mengurangi defisit listrik di Riau.
Dikatakan Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Sarno, pihaknya telah melakukan lobi dengan dua perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara, PT RAPP dan IKPP untuk mendapatkan tambahan daya listrik sementara hingga kondisi listrik Riau kembali normal.
"Salah satunya sudah ada juga lobi dengan PT.RAPP dan Indah Kiat untuk menambah daya," katanya, kepada DariRiau.com, Senin (7/10).
Menurutnya beberapa hari yang lalu upaya tersebut sudah ada pembicaraan dengan direksi PLN Jawa, Bali, Sumatra dengan pihak PT RAPP. Menurutnya diharapkan melalui kerjasama nantinya RAPP bisa mensuplay energi listrik sekitar 20 Mega Watt.
"Kita harapkan dari RAPP bisa suplay sekitar 20 MW karena yang diajukan segitu. Kalau untuk PT. IKPP belum kita ketahui berapa nantinya tapi kita harapkan ini juga bisa 20 MW," jelasnya.
Lebih lanjut dipaparkannya jika rencana tersebut dapat terealisasi maka kebutuhan energi listrik untuk Kabupaten Pelalawan bisa disuplay dari pembangkit tersebut. Begitu pula dengan daerah Perawang, energi listriknya bisa disuplay dari Indah Kiat. Sedangkan energi listrik yang seharusnya disuplay dari PLTG Teluk Lembu bisa ditarik ke Kota Pekanbaru. "Jadi, kalau rencana ini bisa dilaksanakan nantinya, energi disana bisa kita tarik untuk Kota Pekanbaru," jelasnya.
Ketika ditanya kenapa tidak ada upaya kerja sama dengan PT. Chevron Pasifik Indonesia yang juga memiliki cadangan energi listrik yang mumpuni, menurut Sarno, untuk Chevron ada perbedaan energi listrik. Misalnya saja dari segi frekuensi. Dimana chevron memproduksi energi listrik 60 Hz sedangkan PLN memproduksi listrik 50 Hz.
"Kalau ada perbedaan seperti ini tentu akan susah dan tidak bisa kita gunakan," jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Sarno bahwa kebutuhan listrik di Riau untuk beban puncak mencapai 450 Mega Watt. Untuk saat ini dari pembangkit yang ada di Riau baru memproduksi sekitar 381 MW. Namun, jika upaya penambahan angka tersebut tercapai melalui upaya-upaya yang dilakukan. Maka, kebutuhan energi listrik di Riau bisa teratasi.
381 MW energi listrik tersebut diataranya diproduksi melalui, PLTA Kota Panjang 3x38 MW, PLTG Teluk Lembu 3x16 MW, PLTD Teluk Lembu 5 MW, PLTMG 13 MW, PLTMG Halevora Blok I 16 MW, Riau Power Combaine cycle 18 + 8 MW, PLTD Swatama 15 MW, PLTD BGP 40 MW, PLTD Dumai 40 MW, PLTG Balai Pungut 2x16 MW.
381 MW tersebut bisa bertambah jika upaya penambahan pembangkit yang dilakukan PLN bisa dilaksanakan. Diantaranya penambahan tersebut yaitu, Tambahan. PlTMG Haleyora blok I 16 MW (akhir Oktober 2013), PlTG Balai Pungut 3 dan 4 2x16 mw (Oktober 2013) PLTMG Teluk Lembu 50 MW (Januari 2014), PLTMG Balai Pungut 3x16 (Desember 2013) dan PLTMG Navigat Balai Pungut 20 MW (Desember 2013).
Menurutnya dari pembangkit yang diupayakan tersebut bisa memproduksi energi listrik sekitar 166 MW. Dengan demikian 2014 lalu diharapkan dari energi listrik yang ada tidak menimbulkan permasalahan lagi. "Mudah-mudahan 2014 kebutuhan listrik nantinya bisa terpenuhi," harapnya.
Bukan hanya itu saja beberapa upaya lain yang dilakukan adalah Teknik Modivikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Dimana hal ini dilakukan untuk menambah debit air pada waduk pembangkit yang ada di Kota Panjang.
"Ya, mudah-mudahan persoalan ini bisa segera teratasi. Karena kita juga tidak menginginkan hal ini. Kita dari PLN WRKR tidak tinggal diam dengan hal ini. Bahwa kita terus melakukan upaya-upaya dalam penyelesaian permasalah krisis ini," katanya.
Sedangkan pembangkit Ombilin yang ada di Sumatera Barat yang mengalami kerusakan sedang digesa perbaikannya. "Kalau mesin ini memang tidak segampang itu. Karena butuh proses panjang. Karena alat-alatnya tidak bisa kita pesan langsung datang. Tapi, butuh proses," tutupnya. (dan)