| | | | | | |
Jum'at, 14 08 2020  
DariRiau.com / Otonomi / Satu ASN Pemprov Riau Positif Covid-19, Gubernur Bakal Buat Kebijakan Jam Kerja ASN

Satu ASN Pemprov Riau Positif Covid-19, Gubernur Bakal Buat Kebijakan Jam Kerja ASN


Rabu, 29/07/2020 - 09:22:35 WIB

DARIRIAU.COM - Kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Riau meningkat tajam menjadi 409 orang, setelah hari ini bertambah 27 orang.  
 
Sebanyak 409 kasus itu dengan keterangan 126 pasien dirawat, 271 sehat dan sudah dipulangkan. Dan ada penambahan 1 pasien meninggal dunia, ASN dari Kabupaten Siak, total pasien Covid-19 meninggal dunia 12 orang.
 
Terkait hal itu, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan, masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Riau. Tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.
 
Sebab menurutnya Gubri, hari ini ada penambahan sebanyak 27 kasus positif di Riau, termasuk salah satunya ASN di Diskominfotik Riau hasil swab massal yang dijalankan pada tanggal 21 Juli lalu. 
 
"Penularan Covid-19 hari ini sudah mencapai 400 orang lebih. Sekarang bertambah 27 orang, 100 orang lebih masih dirawat dan yang meninggal dunia 12 orang. Ini karena peningkatan hasil swab, dan hasilnya baik secara mandiri dan kelompok kelihatan warga yang terkonfirmasi positif, bahkan ada Orang Tanpa Gejala (OTG)," terangnya kepada CAKAPLAH.com, Selasa (28/7/2020). 
 
Dengan adanya kasus salah satunya adalah ASN di lingkungan Pemprov Riau, Gubri telah menyampaikan kepada seluruh OPD untuk menjalankan swab massal, seperti yang telah dijalani oleh OPD lainnya. Ditargetkan semua OPD menjalani tes swab terhadap seluruh ASN pada tanggal 5 Agustus mendatang. 
 
"Tanggal 5 Agustus akan melaksanakan swab massal terhadap seluruh pegawai. Untuk melihat sejauh mana penularan di lingkungan pegawai, dan ada 1 pegawai kita positif beberapa hari lalu. Diantara kita bukan mustahil terkonfirmasi positif. Banyak yang tidak ada tanda-tanda dan itu yang kita khawatirkan,” jelas Gubri.
 
"Seandainya banyak pegawai yang kena, akan memberlakukan kembali jumlah ASN yang masuk kantor. Di kota-kota besar ada yang klaster kantor, ada kantor ASN atau kantor swasta," tegasnya. 
 
"Karena saat ini saya melihat ada yang rapat, apel setelah apel kerumunan tak bisa dihindari. Jika terjadi penambahan, tentunya akan membuat kebijakan lagi pegawai masuk kantor secara bergiliran, tapi eselon tiga dan kepala OPD-nya tetap masuk kantor," cakapnya. 



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)