| | | | | | |
Jum'at, 14 08 2020  
DariRiau.com / Ragam / Banyak Kasus Pesepeda Meninggal, Kenali Tanda-tanda Olahraga Berlebih

Banyak Kasus Pesepeda Meninggal, Kenali Tanda-tanda Olahraga Berlebih


Sabtu, 18/07/2020 - 10:57:13 WIB
detik
DARIRIAU.COM - Seorang pria dikabarkan meninggal dunia saat sedang bersepeda, di kawasan Cimanggis, Depok. 

Saat itu, korban yang sedang mengayuh sepeda mendadak ambruk dan tak sadarkan diri di lokasi kejadian. 

Insiden serupa sebelumnya telah beberapa kali terjadi dan menjadi sorotan karena aktivitas bersepeda yang sedang digandrungi masyarakat. 

Sport Medicine Specialist dari Slim + Health Sports Therapy, dr. Michael Triangto, Sp.KO mengatakan, pada dasarnya bersepeda sangat baik untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan tubuh, terutama jantung. 

Namun, kematian bisa saja terjadi jika seseorang terlalu memaksakan diri saat berolahraga. 

Tak hanya ketika bersepeda, insiden serupa bisa terjadi ketika kita melakukan olahraga lainnya jika dilakukan secara berlebihan atau terlalu berat. 

"Kalau dia dalam keadaan sehat, tapi (olahraganya) berlebihan, itu saja bisa membuat orang meninggal karena melampaui batas-batas kemampuannya." 

"Sedangkan kalau sudah punya penyakit, tentunya akan lebih mudah lagi," cetus Michael dikutip dari Kompas.com, Sabtu (18/7/2020). 

Masker juga bukanlah permasalahannya, sebab penggunaan masker memang sudah diatur oleh pemerintah dan harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. 

Ada pun pemakaian masker yang tidak mengganggu kesehatan saat berolahraga adalah masker medis dan masker kain. 

Tanda perlu beristirahat Sayangnya, banyak orang yang kerap memaksakan diri saat berolahraga karena ingin mencapai target tertentu. Misalnya, target jarak dan kecepatan. 

Ketika seseorang memaksakan diri untuk mencapai target, seringkali mereka juga mengabaikan tanda-tanda yang diberikan tubuh untuk beristirahat. 

"Misalnya jarak, karena belum sampai 'ah sedikit lagi', 'masih kuat'. Pada saat ada isyarat dari tubuh yang tidak biasa, itu adalah tanda-tanda kita harus berhenti," ungkap Michael. 

Beberapa tanda yang mungkin muncul ketika seseorang berolahraga terlalu berat dan memerlukan istirahat, antara lain: 

- Berkunang-kunang. 
- Keringat dingin. 
- Sakit kepala. 
- Sesak napas. 
- Berdebar-debar lebih daripada yang biasa. 
- Lemah. 
- Kelelahan berlebih. 
- Nyeri pada dada, kepala, punggung, dan area tubuh lain secara berlebihan, dan lain sebagainya. 

Jika sudah merasakan tanda-tanda tersebut, segeralah berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. 

Pastikan pula tidak berhenti di tengah kerumunan orang, sehingga kamu bisa melepas masker. 

Jika merasa tidak ada perbaikan kondisi setelah beristirahat, hubungi kerabat atau rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan. Saat beristirahat, usahakan untuk minum. 

"Kalau olahraga tubuh menjadi hangat, maka berikan air dingin supaya lebih mudah diserap. Tapi bukan air dengan batu es," ucap dia. 

Begitu pula jika kita melihat seorang pesepeda kolaps di pinggir jalan. Jika orang tersebut terlihat sesak, nyeri dada, dan kesulitan bernapas, bantulah dia melonggarkan pakaian, dan lakukan resusitasi jantung paru jika kita memahami caranya. 

Namun, jika tidak, segera hubungi rumah sakit terdekat untuk meminta bantuan. (kompas.com)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)