| | | | | | |
Kamis, 04 Juni 2020  
DariRiau.com / Hukrim / Harimau Sumatera Mati Dijerat Pemburu di Kawasan Konsesi PT Arara Abadi

Harimau Sumatera Mati Dijerat Pemburu di Kawasan Konsesi PT Arara Abadi


Selasa, 19/05/2020 - 04:30:58 WIB

DARIRIAU.COM - Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) jantan ditemukan mati terjerat di kawasan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi di Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (18/5/2020). Diduga harimau itu sengaja dijerat oleh pemburu.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, mengatakan, kabar adanya harimau terjerat dilaporkan pihak PT Arara Abadi ke BBKSDA Riau. "Kami dapat laporan siang ini sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Suharyono, Senin malam.

Berdasarkan laporan itu, BBKSDA Riau langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan TKP. Tim medis, tim pengamanan dan tim pembiusan diturunkan ke lokasi untuk menyelamatkan harimau.

Tim melakukan perjalanan selama dua untuk sampai di lokasi dan menentukan titik koordinat. "Benar ditemukan seekor harimau jantan remaja, belum terlalu dewasa terjerat kaki kanan depannya. menyedikan, harimau itu sudah mati. Sudah dipenuhi lalat dan belatung," sesal Suharyono.

Atas kondisi itu, kata Suharyono, pihaknya menggali informasi lebih lanjut tentang sejak kapan sebenarnya harimau itu terjerat. "Kenapa kami baru dapat laporan hingga harimau itu tidak bisa diselamatkan," ucap Suharyono.

Berdasarkan informasi dari tim medis, jika dilihat dari kondisi harimau, satwa dilindungi itu sudah mati selama  satu minggu. "Kami perkirakan,  informasi kami terima sudah satu minggu. Ini sangat kami sayangkan. Prihatin dengan kejadian ini," tutur Suharyono.

Dia mengaku kembali kecolongan karena tidak bisa menyelamatkan si Kucing Besar.  Dia menegaskan, harimau mati karena sengaja dijerat oleh pemburu dan itu dikuatkan dengan  ditemukan  bangkai babi yang diikat tak jauh dari harimau terjerat.

"Artinya itu merupakan umpan. Patut diduga bahwa pemasang jerat adalah pemburu harimau. Ini kami sayangkan, lagi-lagi ada  harimau jadi korban di kawasan konsesi," kata Suharyono dengan nada geram.

Jauhnya sumber air membuat harimau mengalami dihidrasi dan mati. Harimau langsung dievakuasi dan dibawa ke BBKSDA Riau untuk nekropsi atau bedah bangkai senelim dikuburkan. "Malam ini nekropsi terhadap bangkai harimau jantan," kata Suharyono.




| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)