| | | | | | |
Rabu, 15 Juli 2020  
DariRiau.com / Nasional / Cegah Serangan Harimau, Polisi Imbau Warga Bertopi Terbalik

Cegah Serangan Harimau, Polisi Imbau Warga Bertopi Terbalik


Jumat, 06/12/2019 - 08:30:10 WIB

DARIRIAU.COM- Kepolisian Resor Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak berkebun sendirian pascaserangkaian penyerangan harimau yang telah menjauhkan korban di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, polisi pun mengimbau masyarakat untuk mengenakan topi terbalik ketika berada di kebun agar mengelabui hewan predator tersebut.

"Kita mengimbau warga untuk ke kebun jangan sendirian. Disarankan untuk warga yang berkebun pakai topi terbalik untuk mengelabui harimau. Karena harimau itu kalau mau menerkam melihat posisi wajah kita, dia serang dari belakang," ujar Kapolsek Dempo Selatan Pagar Alam Iptu Zaldi Jaya, Kamis (5/12).

Zaldi menyatakan pihaknya sudah melakukan penyisiran untuk mengecek jejak-jejak harimau yang ada di sekitar lokasi kejadian, Dusun Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan. Di lokasi itu Marta Rolani (24), warga lokal, diserang harimau, Senin (2/12) lalu.

Pihaknya menduga harimau tersebut mencari mangsa karena kelaparan, sehingga besar kemungkinan harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya belum menemukan indikasi perburuan yang menyebabkan harimau melakukan penyerangan.

"Kalau dari warga enggak ada [perburuan]. Kemungkinan harimau ini sama dengan yang menyerang warga Desa Pulau Panas, Lahat hingga tewas karena masih satu koridor. Dugaannya ada tiga harimau yang berkeliaran," kata dia.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun di dalam hutan lindung yang mengakibatkan kerusakan kawasan.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tidak melukai ataupun membunuh harimau sumatera karena merupakan satwa dilindungi.

"Kita bersama kepolisian dan instansi terkait lain sudah memasang papan peringatan di sekitar lokasi kejadian agar masyarakat waspada. Petugas pun melakukan patroli rutin di wilayah yang rentan konflik harimau. Masyarakat diimbau untuk segera melapor agar menghubungi petugas apabila ada tanda perjumpaan atau jejak," ujar Genman. (cnnindonesia)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)