| | | | | | |
Sabtu, 06 Juni 2020  
DariRiau.com / Ragam / Benarkah Harimau Masuk Pemukiman di Pekanbaru? Ini Kata BBKSDA Riau

Benarkah Harimau Masuk Pemukiman di Pekanbaru? Ini Kata BBKSDA Riau


Rabu, 04/12/2019 - 07:49:45 WIB

DARIRIAU.COM - Jejak kaki Harimau Sumatra atau Panther tigris sumatre ditemukan di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Di media sosial beredar kabar kalau si Kucing Besar masuk ke kawasan pemukiman warga Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti.

Kabar itu langsung dibantah oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono. Dia menegaskan berita itu adalah hoax atau tidak benar.

Suharyono menyebutkan, berdasarkan penelusuran dua tim BBKSDA di lapangan, benar ditemukan tapak kaki harimau tapi di Km 8. Tidak ada informasi kalau harimau itu menuju Pekanbaru.

"Itu hoax," kata Suharyono, Selasa (3/12/2019).

Dia menjelaskan, harimau sudah menjauh dari perumahaan warga. Diketahui harimau sudah mengarah ke habitatnya di Taman Hutan Rakyat (Tahura) karena Desa Karya Indah memang berbatasan langsung dengan kawasan Garuda Sakti, Pekanbaru.

Suharyono meminta masyarakat tidak panik dengan berita-berita di media sosial yang belum diketahui kebenarannya. Saat ini, tim masih di lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih tenang.

"Jangan dibuat masyarakat panik dengan pemberitaan itu (harimau masuk kota)," ucap Suharyono.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro, mengatakan, dari obeservasi di kawasan Desa Karya Indah memang ditemukan jejak tepak kaki harimau.

"Ukurannya 14 centimeter. Sudah dewasa," kata Heru.

Dijelaskannya, berdasarkan rekaman kamera trap yang dipasang oleh PT Chevron Pacific Indonesia, memang ada harimau di kawasan tersebut. Diduga Si Belang berasal dari Taman Hutan Rakyat di Minas karena di sana masih ada hutan.

Dijelaskan Hari, jelajah Harimau Sumatra tidak bisa dibatasi karena sudah terbiasa dengan home range yang luas. Meski begitu, BBKSDA akan terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Masyarakat Desa Karya Indah, kata Heru, sudah terbiasa melihat satwa liar yang dilindungi seperti Harimau Sumatra, bahkan juga gajah. Sejauh ini tidak ada kontak fisik dengan satwa dilindungi tersebut. (cakaplah)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)