| | | | | | |
Sabtu, 07 Desember 2019  
DariRiau.com / Hukrim / Adik Tersangka Mengaku Tidak Tahu Ada Produksi Narkoba di Rumah Orang Tuanya

Adik Tersangka Mengaku Tidak Tahu Ada Produksi Narkoba di Rumah Orang Tuanya


Kamis, 28/11/2019 - 08:17:59 WIB

DARIRIAU.COM - Kegiatan yang dilakukan E di rumah milik orang tuanya di Jalan Angsa Putih, Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya memang tertutup. Anggota keluarganya mengaku tidak mengetahui ada aktivitas ilegal di rumah itu.

"Tidak tahu (ada produksi narkoba)," ujar pria berkaca mata yang mengaku sebagai adik tersangka E, Rabu (27/11/2019).

Menurut pria yang enggan disebutkan namanya itu, sehari-hari abangnya menjadikan ruang di belakang rumah itu sebagai kamar tidur. Pintu kamar yang menghubungi bagian ruang keluarga di rumah itu juga tertutup.

Selama ini, pelaku selalu melewati pintu samping di belakang rumah untuk masuk ke kamar. "Ini pintu selalu terkunci. Dia lewat dari sana (samping). Jadi tidak tahu," kata pria itu.

Sementara, Ketua RT 5, RW 1, Kelurahan Simpang Tiga, Syahlan Tosa, tidak menduga kalau warganya memproduksi narkoba. Selama ini, warga berpikir kalau E hanya sebagai pengguna narkoba.

"Terus terang, kami kecewa. Dia tidak hanya pemakai tapi juga sudah memproduksi (narkoba)," kata Syahlan.

Dalam pergaulan sehari-hari, tidak ada hal-hal aneh di lingkungan rumah orang tua E. Pelaku juga terkenal ramah dengan tetangga. "Sehari-hari kerjanya tidak tetap, pernah ternak lele dan kambing," ucap Syahlan.

Ternyata, penangkapan narkoba di rumah itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, adik E juga pernah ditangkap. "Pertama ditangkap adiknya pada tahun 1998 tapi adiknya sudah meninggal dan dia hanya pemakai," tutur Syahlan.

Rumah orang tua E dijadikan tempat memproduksi narkoba. Polisi menggerebek rumah itu dan menemukan sejumlah barang bukti seperti sabu, ekstasi, bahan dan alat pembuatan narkoba, timbangan, plastik pres dan lainnya.

Rumah berjarak cukup jauh dari rumah warga lainnya. Di sekelilingnya tumbuh pohon karet dan semak belukar. Dari samping, rumah terlihat tidak berpenghuni.

Kamar bagian belakang rumah itu dijadikan tempat untuk memproduksi narkoba. Untuk menuju kamar itu bisa melalui pintu di dalam ruang keluarga rumah dan bisa dari samping rumah. (cakaplah)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)