| | | | | | |
Senin, 18 November 2019  
DariRiau.com / Ragam / Jejak 'Sisa Kejayaan' Yahoo Groups Sebelum Era Media Sosial

Jejak 'Sisa Kejayaan' Yahoo Groups Sebelum Era Media Sosial


Jumat, 18/10/2019 - 06:55:09 WIB

DARIRIAU.com - Yahoo mengumumkan untuk menutup forum diskusi daring Yahoo Groups pada 14 Desember 2019. Pengguna masih memiliki waktu untuk menggunggah konten ke Yahoo Groups sebelum 28 Oktober 2019.

Sebelum diputuskan untuk disuntik mati, kemunculan Yahoo Groups diharapkan menjadi wadah komunitas pengguna internet.

Layanan komunitas ini awalnya muncul dengan nama Yahoo Clubs sebelum berganti nama menjadi Yahoo Groups saat dirilis pada 1998. Yahoo Groups kemudian kian berkembang setelah perusahaan membeli situs komunitas, Geocities.

"Akuisisi ini menggabungkan dua layanan terbesar dan paling populer di internet," tulis Yahoo dalam sebuah keterangan resmi kala itu.

Perusahaan yang berbasis di Sunnyvalle, California, AS ini optimis penggabungan tersebut bisa memperkuat posisi Yahoo sebagai salah satu jaringan internet global.

Mengutip Engadget, Yahoo kemudian sukses meluncurkan Groups di era awal kemunculan internet. Yahoo Groups juga menjadi salah satu yang memperkenalkan konsep forum daring dan mailing list yang digemari banyak orang.

Untuk memperkuat posisi Groups, pada 2002 Yahoo kembali mengakuisisi sebuah perusahaan yakni eGroups.com senilai US$432 juta.

Namun, seiring perkembangan teknologi pengguna justru banyak yang beralih menggunakan media sosial.

Dilansir CNet, pada 2009 Yahoo memutuskan untuk menutup GeoCities dan memaksa pengguna setianya mengarsipkan konten-konten yang pernah diungguh.

Kemunduran Yahoo Groups semakin terasa ketika operasi di Jepang menutup layannya pada pertengahan 2014.

Lima tahun berselang, lewat situs resminya Yahoo mengumumkan untuk menutup layanan Groups untuk pengguna di seluruh dunia. Kendati demikian, Yahoo Groups memastikan akan mengubah skema keanggotaan grup.

Jelang ditutup pada Desember nanti, Yahoo memastikan akan menghapus secara permanen sejumlah konten. Konten-konten tersebut antara lain file, polls, link, foto, folder, kalender, database, sisipan (attachment), conservations, email updates, message digest, dan message history.

Kendati demikian, Yahoo memastikan situs Yahoo Groups akan tetap ada dengan pembatasan grup. Dengan kata lain, jika seseorang hendak bergabung dengan satu grup harus terlebih dahulu diundang oleh admin grup.

"Situs Yahoo Groups akan tetap ada namun semua grup publik akan dibatasi. Jadi, ketika ada anggota baru yang masuk ke grup harus diundang oleh admin," tulis Yahoo. (cnnindonesia)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)