| | | | | | |
Jum'at, 18 Oktober 2019  
DariRiau.com / Nasional / Jokowi Diminta Tak Goyah Terbitkan Perppu Cabut UU KPK yang Baru

Jokowi Diminta Tak Goyah Terbitkan Perppu Cabut UU KPK yang Baru


Kamis, 03/10/2019 - 08:39:10 WIB

DARIRIAU.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Sikap Jokowi pun diminta untuk kembali kepada jatidiri.

"Ya sebaiknya Pak Jokowi kembali kepada jati diri Pak Jokowi yang reformis dan Pak Jokowi yang dekat dengan hati nurani rakyat, apa yang terjadi selama ini posisi di KPK menimbulkan reaksi publik yang dapat dilihat bersama. Oleh karena itu pada saat ini tepat Pak Jokowi kembali kepada jati dirinya," kata pakar hukum pidana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, JM Muslimin saat dihubungi, Rabu (2/10/2019).

Atas hal tersebut, Muslimin mengatakan seharusnya Jokowi menerbitkan Perppu KPK. Alasan penerbitan Perppu KPK, ia menjelaskan saat ini banyak reaksi masyarakat yang menolak revisi UU KPK dan mendukung penerbitan Perppu KPK sehingga kondisi akan tidak stabil.

"Saya kira itu pilihan yang terbaik sudah dianjurkan dan disarankan oleh banyak pihak," ucap dia.

Isu pemakzulan kini muncul di tengah Perppu yang sedang dipertimbangkan Jokowi, salah satunya dari mulut Ketum Partai NasDem Surya Paloh. Menurut Muslimin, hal tersebut akan menjadi jeratan atau ancaman, tapi dirinya tidak yakin Jokowi akan dimakzulkan.

"Hal itu akan selalu ada jadi jeratan seperti itu akan selalu ada, tetapi jangan salah bahwa zaman keterbukaan mereka yang jeli melihat kepentingan publik secara jernih pasti tidak akan goyah. Bahwa ada ancaman dan peringatan anggap sebagai bargaining dan real akan menuju kesana saya tidak yakin," jelas dia.

Jokowi, kata dia tidak usah tak takut dimakzulkan jika mengeluarkan Perppu KPK. Karena saat ini beberapa survei menandakan kepercayaan publik terhadap partai politik sangat rendah.

"Betul, yang bisa impeachment rakyat. Kalau melalui parpol mohon maaf survei kepercayaan publik kepada parpol sangat rendah. Kalau seandainya parpol menuju ke arah sana dan sudah berlawan keinginan publik justru malah parpol akan menggali liang sendiri," tutur dia. (detik)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)