| | | | | | |
Selasa, 19 November 2019  
DariRiau.com / Otonomi / Padamkan Karhutla Riau, TNI Siapkan Pasukan dan Helikopter

Padamkan Karhutla Riau, TNI Siapkan Pasukan dan Helikopter


Minggu, 11/08/2019 - 20:26:27 WIB
Foto: Antara
DARIRIAU.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memprioritaskan ketersediaan pasukan dan perlengkapan untuk menanggulangi titik api di Riau.

Ketersediaan helikopter dan bahan bakar untuk melakukan pengeboman air (water bombing) dari udara termasuk dalam prioritas untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mengatakan, dalam upaya memadamkan dan mencegah karhutla, TNI bekerja sama dengan Polri, Brigade Pengendalian Karhutla KLHK Manggala Agni, dan elemen masyarakat. Agus menjelaskan, pemadaman api dilakukan melalui upaya di jalur darat dan udara dengan metode water bombing.

"Bahu-membahu memadamkan Karhutla di wilayah Provinsi Riau," ujar Joni melalui siaran persnya, Ahad (11/8/2019).

Joni menambahkan, untuk selanjutnya TNI bersama dengan Gubernur Riau Syamsuar dan Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko bakal melakukan peninjauan dari udara. Hal itu dilakukan untuk melihat wilayah yang terbakar dan menemui anggota Satgas Darat yang melaksanakan pemadaman di lapangan.

Selain itu, lanjut dia, peninjauan juga dilakukan ke daerah Pekanbaru. Pun juga ke Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Penarikan, serta Desa Begadu yang berada di Kabupaten Pelalawan.

"Turut serta dalam peninjauan tersebut di antaranya Waasintel Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) R. Widad P. Ajie, M.B.A, dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo," tukas Joni.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat, Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, sebanyak 9.072 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri. BNPB, BPBD, dan masyarakat dikerahkan di enam provinsi. Seperti Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (11/8/2019) pukul 10.00 WIB, terdapat 29 titik api di Riau. Dilaporkan juga di Pekanbaru yang merupakan kota terbesar di provinsi tersebut, jarak pandang hanya 5 km.

Akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kualitas udara berdasar nilai Particulate Matter (PM10) menunjukkan Pekanbaru berada di level tidak sehat dengan angka 166. (cnnindonesia)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)