| | | | | | |
Minggu, 21 Juli 2019  
DariRiau.com / Pendidikan / IPK Nyaris Sempurna, Anak Penjual Lontong Ini Pemuncak Wisuda Unilak

IPK Nyaris Sempurna, Anak Penjual Lontong Ini Pemuncak Wisuda Unilak


Jumat, 12/04/2019 - 14:54:20 WIB

DARIRIAU.COM - Wajah bahagia Eva Juliana tampak bahagia saat namanya dipanggil sebagai pemuncak pada yudisium ke 58 Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Lancang Kuning. Ia menerima penghargaan dari Dekan Fekon Dr. Bambang Suroto sebagai pemuncak yudisium Fekon dengan Indeks Prestasi kumulatif (IPK) 3,94. Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan data yang dirangkum dari pemuncak seluruh fakultas di Unilak ternyata Eva Juliana pemuncak Universitas karena mampu menggungguli 8 rekannya di 9 fakultas lainnya Unilak.

Para pemuncak dari masing-masing fakultas adalah Yogo Tornandes dari Fasilkom dengan IPK 3,79, Muhammad Yasin dari Fakultas Teknik dengan IPK 3,71. Pemuncak Fakultas Kehutanan diraih Fina Anisa Fallaha dengan IPK 3,68.

Pemuncak dari FKIP diraih Latifah Nurkhasanah dengan IPK 3,83, Fakultas Ilmu Budaya diraih Berlian Novriendi dengan IPK 3,87, pemuncak Fekon diraih Eva Juliana 3,94, pemuntak Fakultas Ilmu Administrasi diraih Rian Kurniawan dengan IPK 3,53, Fakultas Hukum diraih Ervan Ibsahrodan dengan IPK 3,54, Fakultas Pertanian diraih Hawani Hasibuan dengan IPK 3,65 dan pemuncak Program Magister Ilmu Hukum Hendriadi Hamid dengan IPK 3,93.

Ditemui usai yudisium Eva Juliana merasa senang bisa menjadi pemuncak universitas. Eva mengakui kalau dirinya tidak pernah menargetkan menjadi pemuncak universitas pada wisuda. Namun demikian ia memang sudah bertekad menjadi pemuncak di tingkat fakultas.

"Alhamdulillah saya kuliah 3,5 tahun akhirnya selesai, rasanya berbangga hati dengan apa yang  dicapai saat ini, terimakasih juga kepada dekan, dosen, dan pembimbing untuk membantu menyelesaikan tugas akhir, ke depannya saya ingin melanjutkan S2 dan menjadi dosen," ujar alumni SMAN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau itu.

Eva mengatakan selama kos di Umban Sari, Pekanbaru dirinya pun berkisah tentang hidup jauh dari orang tua. Selama 3,5 tahun dirinya hanya pulang setahun dua kali yakni saat lebaran dan libur panjang sebab ia harus fokus belajar dan menyelesaikan tugas. Jauh dari kampung halaman, Eva mengatakan selalu menanggung rindu dengan orang tuanya. "Alhamdulillah selama tiga tahun saya dapat beasiswa bakti negeri, terimakasih kepada pimpinan universitas ini sangat membantu," ujar Eva

Atas keberhasilan ini Eva Juliana bersama pemuncak lainnya akan diwisuda langsung oleh rektor di hadapan ribuan tamu dan undangan lainnya, Sabtu besok.



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)