| | | | | | |
Minggu, 21 Juli 2019  
DariRiau.com / Otonomi / Dewan Sebut Mobil CPO Milik PT ADEI Plantation Akan Diproses Hukum

Dewan Sebut Mobil CPO Milik PT ADEI Plantation Akan Diproses Hukum


Jumat, 29/03/2019 - 21:36:55 WIB

DARIRIAU.COM - Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Ambi menyatakan mobil pengangkut CPO yang diduga milik PT ADEI Plantation akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Kita minta Dirlantas Polda Riau untuk segera diproses. Jika dalam aturannya mobil yang tidak sesuai dari bentuk awal atau telah dimodifikasi dapat dicincang," ujarnya.

Pihaknya lanjut politisi Hanura tidak akan memanggil PT ADEI untuk hearing  terkait ditemukannya tiga mobil truk CPO yang melebihi tonase,

"Kita tidak akan panggil PT ADEI karena temuan kita saat Sidak sudah jelas truk CPO mereka ini telah diubah bentuknya dengan tujuan agar dapat memuat CPO dalam jumlah yang cukup banyak," ujarnya.

Suhardiman juga mengatakan lima truk CPO tersebut didapat didalam areal PT ADEI saat akan keluar dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perusahaan milik asing tersebut.

Rombongan DPRD Riau lanjut Suhardiman Ambi juga melakukan Sidak di areal PKS milik PT Sari Lembah Subur (SLS) tak jauh dari PKS PT ADEI yang berada di Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Selasa (26/3/2019) malam. Namun di areal PKS PT SLS, rombongan DPRD Riau tidak menemukan satupun  mobil CPO yang sedang beroperasi. "Ya mungkin informasi Sidak kami ini bocor sehingga tak satupun truk CPO yang kami temukan," kata Suhardiman.

Namun kata Suhardiman lagi, saat akan keluar dari simpang jalan arah PT SLS dan Jalan Lintas Timur, rombongan DPRD Riau melihat dua truk CPO tengah parkir, lalu Polantas Polda Riau yang ikut dalam rombongan menilang truk CPO tersebut," Kita belum tahu siapa pemiliknya namun kita menduga truk CPO milik PT SLS," terangnya.

Dimintai tanggapannya, Humas PT SLS, Setyo Budi Utomo menegaskan tidak ada satupun truk yang mengangkut CPO milik mereka yang ditahan dalam Sidak tersebut. "Tidak ada milik kita yang ditilang," terangnya.

Setyo mengatakan PT SLS tidak memiliki truk CPO untuk mengangkat CPO. "Pada saat Sidak DPRD Riau, kita memang tidak ada pemasaran CPO," jelasnya.

Urusan angkutan CPO lanjut Setyo dikontrakkan kepada perusahaan transportasi. "Namun kita selalu ingatkan perusahaan transportasi yang angkut CPO, untuk mentaati aturan yang berlaku," imbuhnya.

Truk tangki dan truk balak  diamankan karena tonasenya sudah diatas 30 ton, sementara idealnya jalan lintas maksimal 15 ton.

Rombongan DPRD Riau ini dipimpin Asri Auzar, bersama rombongan Suhardiman Amby Sekretaris Komisi III, Husni Thamrin Ketua Komisi IV, Markurius Anwar Wakil Ketua Komisi IV, Aherson Ketua Komisi V, selain anggota dewan, turut serta hadir dalam giat tersebut Kasubdit Gakkum, AKBP Wimpiyanto, SIk serta didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dan  Dinas Perhubungan Provinsi Riau. (Eg)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)