| | | | | | |
Minggu, 21 Juli 2019  
DariRiau.com / Internasional / Erdogan: Badan Intelijen Turki Selidiki Penembakan di Utrecht

Erdogan: Badan Intelijen Turki Selidiki Penembakan di Utrecht


Selasa, 19/03/2019 - 11:52:58 WIB

DARIRIAU.COM - Tersangka pelaku penembakan di kota Utrecht, Belanda disebut sebagai warga Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa badan-badan intelijen Turki tengah menyelidiki penembakan tersebut untuk memastikan apakah itu serangan teror atau terkait perselisihan keluarga.

Pada Senin (18/3) waktu setempat, Kepolisian Belanda telah menangkap seorang pria kelahiran Turki yang disebut sebagai tersangka pelaku penembakan di dalam trem di kota Utrecht. Penembakan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai lima orang lainnya itu.

Otoritas Belanda menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kemungkinan motif aksi teroris, namun tidak mengesampingkan motif lainnya, termasuk perselisihan keluarga.

"Badan intelijen kita tengah menyelidiki semua ini, kepala intelijen kita mengatakan pada saya bahwa dia akan mengumpulkan semua detail dan akan menyampaikan ke saya," ujar Erdogan kepada stasiun televisi Turki, Ulke TV seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/3/2019).

"Sebagian mengatakan bahwa itu perselisihan keluarga, yang lainnya mengatakan itu aksi teroris," kata Erdogan.

Menurut media Turki, tersangka utama penembakan di Utrecht tersebut, Gokmen Tanis adalah kelahiran Yozgat, Turki tengah. Menurut kerabat keluarga Tanis seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu, penembakan itu kemungkinan terkait "perselisihan keluarga".

Insiden penembakan di Utrecht, yang terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang, mendorong pihak berwenang setempat memperketat pengamanan di seluruh negeri. Pengamanan yang diperketat meliputi sekolah, masjid, terminal dan gedung-gedung pemerintah.

Seorang pengusaha setempat kepada BBC mengatakan Tanis pernah bergabung dengan kelompok bersenjata di Chechnya. Di kawasan ini ada beberapa kelompok radikal, beberapa di antaranya menyatakan berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

"Ia pernah ditahan polisi karena punya hubungan (dengan ISIS) tapi ia kemudian dibebaskan," kata pengusaha tersebut. (detik)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)