| | | | | | |
Senin, 22 Juli 2019  
DariRiau.com / Budaya / Kala Songket Jadi 'Streetwear' ala Danjyo Hiyoji

Kala Songket Jadi 'Streetwear' ala Danjyo Hiyoji


Senin, 11/03/2019 - 13:45:51 WIB

DARIRIAU.COM - Songket yang biasanya jadi pilihan busana formal, berubah jadi pakaian bergaya streetwear dalam koleksi terbaru Danjyo Hiyoji bertajuk Hook.

Para pria kini bisa memakai keindahan songket untuk gaya sehari-hari.

Hook dapat diartikan sebagai menyongket dan menarik dalam arti gaya yang kekinian. Danjyo Hiyoji ingin songket jadi sesuatu yang menarik lewat gaya streetwear, ciri khas label urban ini.

Delapan look dari koleksi Hook ini jadi peragaan pamungkas menutup gelaran Jogja Fashion Festival (JFF) 2019 di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Ahad (10/3) malam.

Duo desainer di balik Danjyo Hiyoji, Dana Maulana dan Liza Mashita meracik kain songket Palembang menjadi busana streetwear pria untuk kaum milenial. Ini merupakan kali pertama Dana dan Liza menggunakan kain songket.

"Saya dari Palembang tapi baru pertama kali menggunakan songket. Biasanya mengolah batik atau tenun," kata Dana yang dijumpai usai show di Plaza Ambarrukmo.

Untuk menghilangkan kesan formal, kain songket dipadukan dengan beberapa kain lainnya seperti katun agar kental dengan sentuhan streetwear. Meski dipadukan dengan kain lain, songket tetap mencolok dan mendominasi.

Dana dan Liza juga memilih warna hitam dan abu-abu yang akrab dengan kaum Adam.

Helaian kain songket yang sudah dipesan dari pengrajin dipotong-potong sesuai pola lalu di tempatkan di beberapa bagian baju, celana, bahkan sepatu. Ini merupakan tantangan dan kesulitan tersendiri bagi Dana dan Liza.

"Tantangannya berat. Kain songket itu kan perhelai dan berat jadi gimana caranya supaya bisa gampang dipadu-padankan" ungkap Dana.

Di baju misalnya kain songket menghiasi bis, lengan, hingga saku. Corak songket itu juga dibuat menjadi jaket kekinian yang sedang digemari banyak anak muda. Ada pula detail berupa lipatan kain dan kain yang menjuntai.

Salah satu yang unik dari detail Danjyo Hiyoji kali ini adalah songket itu dibordir dengan warna-warna cerah seperti kuning dan biru. Dana menyebut bordir ini bertujuan untuk menyamarkan benang perak dan juga emas pada songket. Pengerjaan  koleksi mencapai sekitar satu bulan.

Hasilnya, koleksi ini tampak kekinian dan bisa jadi pilihan kaum urban dalam berbusana. Meski tak harus mencontoh satu tampilan penuh, koleksi ini bisa dipakai terpisah atau dipadupadankan dengan busana lain.

Lewat koleksi ini, Dana dan Liza berharap songket juga bisa jadi pilihan pakaian sehari-hari layaknya yang sekarang terjadi pada kain tradisional tenun dan batik.(cnnindonesia)




| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)