| | | | | | |
Sabtu, 25 Mei 2019  
DariRiau.com / Otonomi / 2,2 Juta Liter Air Dipakai untuk Water Bombing Karhutla Riau

2,2 Juta Liter Air Dipakai untuk Water Bombing Karhutla Riau


Kamis, 07/03/2019 - 08:22:36 WIB

DARIRIAU.COM - Sebanyak 2,2 juta liter air sudah dijatuhkan ke kawasan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Pengeboman air dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi untuk mengatasi karhutla.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raffles B Panjaitan menyatakan pengeboman air dilakukan sudah ratusan kali menggunakan helikopter.

"Air yang dijatuhkan sejak awal 2019 sudah 2,2 juta liter air. Untuk KLHK sudah jatuhkan 171 kali water bombing," kata Raffles di Riau, Selasa (5/3).

Selain KLHK, pengeboman air juga dilakukan oleh Badan Nasional Penanggungan Bencana sebanyak 180 kali dan sejumlah pihak swasta. Adapun tempat-tempat yang difokuskan untuk menjatuhkan air ialah daerah Bengkalis, Rohil, Dumai hingga Meranti.

"Kami fokus di Dumai. Ada 9 unit helikopter kita siapkan juga, 1 dari LHK, BNPB 2 unit, swasta 2 unit dan TNI punya 4 unit heli," jelas dia.

Data yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan terdapat penurunan luas area kebakaran di Riau. Per Januari hingga Maret 2019 terdapat 1.399 hektare luas area yang terbakar.
2,2 Juta Liter Air Dipakai untuk Water Bombing Karhutla Riau.

Jumlah ini turun dari bulan yang sama di Januari-Maret 2018 yakni sebesar 4.277 hektar. Sementara titik hotspot se-Indonesia kini berjumlah 432 titik.

Pantauan di lokasi karhutla di Batu Bintang, Dumai Timur dan Meranti, Dumai Selaran, terlihat Korps Manggala Agni Daops Dumai dari KLHK langsung terjun ke lapangan memadamkan titik api setiap harinya.

Setidaknya 20 orang personel diterjunkan di satu titik. Mereka menyiram dengan menggunakan alat bernama nosler dan selang yang memungkinkan air menyembur ke titik api.

Petugas juga membuat embung yang menjadi sumber air pemadaman api mengingat sumber air dan lokasi yang jauh dari permukiman.

Banyak dari lokasi yang terbakar merupakan tanah gambut milik masyarakat. Di sekitar titik api asap berbau pekat dan sisa-sisa bara api masih terlihat di atas tanah. (cnnindonesia)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)