| | | | | | |
Minggu, 21 Juli 2019  
DariRiau.com / Otonomi / Keindahan Air Terjun Panisan Buat Pengunjung Makin Terkesan

Keindahan Air Terjun Panisan Buat Pengunjung Makin Terkesan


Selasa, 25/12/2018 - 06:30:52 WIB

DARIRIAU.com - Air Terjun Panisan yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau semakin memikat penikmat keindahan alam. Keindahan dan keasrian alam di sekitar air terjun ini membuat setiap mata yang memandang begitu terpesona dan ingin mengulangi lagi berkunjung ke sini.

Kini, kalangan pencinta olahraga sepedapun mulai melirik lokasi ini sebagai salah satu tujuan gowes mereka.

Ahad (23/12/2018) puluhan goweser dari beberapa komunitas menjajal alam Air Terjun Panisan. Setidaknya ada tiga komunitas pesepeda yang ikut turun yaitu GoKamput (Goweser Kampar Utara ), ADIDAS Bike, KwK dan tuan rumah Goweser Koto Kampar. Rute mereka sangat menarik. Memulai star di Candi Muara Takus perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tanjung melewati Desa Gunung Bungsu.

Sampai di Tanjung, goweser harus naik rakit menyeberangi Sungai Kampar. Setelah itu goweser akan menempuh medan yang sangat menantang.
"Membutuhkan fisik yang kuat untuk mengayuh sepeda di sepanjang perbukitan. Namun akhirnya semua itu terobati dengan indahnya pesona Air Terjun Panisan Desa Tanjung," ucap Arison Ade Saputra, salah seorang goweser Koto Kampar.

Sekretaris Desa Koto Tuo ini juga mengungkapkan, ada tiga air terjun yang begitu indah dan tinggi sekali dengan air yang sangat dingin. "Membuat semua kita bersuka ria mandi bersama-sama," katanya.

"Mungkin kawan-kawan yang tidak sempat ikut akan merasa rugi sekali," imbuhnya lagi.

Ia juga bercerita, Komunitas Sepeda Goweser Koto Kampar baru berusia satu bulan, namun memiliki semangat yang kuat untuk mempromosikan wisata di wilayah ini. Komunitas ini juga semakin menarik perhatian masyarakat XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu. Pada minggu pertama, komunitas ini hanya beranggotakan empat orang, namun sekarang sudah hampir 30 orang.

"Empat kepala desa, dua Ketua BPD, perangkat desa, para pegawai pun sudah bergabung dengan kami," bebernya.

"Yang teristimewa, Bapak Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri pun lagi service sepeda dan siap bergabung dengan Goweser Koto Kampar," katanya tertawa.

Goweser Koto Kampar lainnya Muhammad Toha juga tak kalah semangat untuk mempromosikan keindahan alam XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu.

Menurut Toha, Air Terjun Panisan lokasinya strategis dan bagus. "Sangat menguras tenaga dan harus konsentrasi pikiran terhadap jalan yang akan dilalui dan pesona alam masih perawan, air bersih dan cocok bagi peminat wisata alam," ungkap Toha.

Hanya saja perlu ada berbagai sentuhan untuk pengembangan lokasi ini. Ia berharap pemerintah ikut berpartisipasi untuk mengembangkan objek wisata sehingga perekonomian masyarakat ikut terangkat. Diantaranya adalah membenahi akses jalan ke Panisan.

Harapan senada juga disampaikan goweser asal Kampar Utara Zetlee Domo. Ia berharap objek wisata Air Terjun Panisan dapat perhatian dari pemerintah, Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar ataupun Dinas Pariwisata Provinsi Riau agar akses jalan menuju air Terjun Panisan bisa di perbaiki. "Karena ini merupakan aset," tegas Zetlee.

Kepala Desa Tanjung Sutomi mengakui, sejak Air Terjun ini mulai viral di media sosial, jumlah kunjungan terus meningkat. Ia optimis Objek Wisata Air Terjun Panisan semakin menarik kunjungan wisatawan apalagi beberapa saat lagi jembatan gantung yang dibangun pemerintah pusat selesai dibangun.

"Dengan dana desa kita juga sudah membangun akses jalan semenisasi sepanjang 250 meter. Jalan yang parah-parah sebagian sudah disemenisasi. Jalan ini semacam jalan setapak, hanya bisa untuk pejalan kami, sepeda motor ataupun sepeda," ujar pria yang akrab disapa Tomi ini.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Panisan tidaklah sulit. Setelah turun dari rakit penyeberangan, cukup berjalan kaki sekira 40 menit. Lokasi ini juga cocok untuk perkemahan.

Satu hal lagi yang sampaikan Tomi, pengunjung banyak yang tidak tahu, selain wisata alam, berkunjung ke Tanjung sekaligus bisa berwisata sejarah dimana ada sebuah masjid yang konon katanya lebih tua dari Masjid Jami' Air Tiris. Masjid itu adalah Masjid Ar Rahmat yang terletak tak jauh dari Sungai Kampar.

"Kalau Masjid Jami' dibangun tahun 1901, kalau masjid kami ini sebelum itu katanya," pangkas Tomi. (cakaplah)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)