| | | | | | |
Rabu, 21 November 2018  
DariRiau.com / Internasional / Cacar Monyet, Penyakit Langka yang 'Menyerang' Inggris

Cacar Monyet, Penyakit Langka yang 'Menyerang' Inggris


Rabu, 12/09/2018 - 18:18:55 WIB
ilustrasi
DARIRIAU.com - Kasus baru infeksi cacar monyet atau monkeypox baru saja ditemukan menjangkiti warga Inggris. Public Health England (PHE) sudah memastikan dua orang warga Inggris telah didiagnosis terinfeksi virus langka cacar monyet.

PHE menyebut kedua kasus itu terjadi pada orang yang baru saja mengunjungi Nigeria. Cacar monyet memang merupakan virus yang pertama kali terjadi dan berkembang di Afrika tengah dan barat.

Seperti diberitakan Reuters, kedua orang itu kini tengah dirawat di pusat penyakit infeksi pernapasan di Liverpool dan London.

Cacar monyet adalah infeksi virus langka yang sebenarnya tidak dapat menyebar dengan mudah antarmanusia. Virus ini mirip dengan cacar (variola atau smallpox, bukan cacar air) meskipun lebih ringan.

Penderita cacar monyet dapat pulih dalam beberapa minggu. Hanya dalam beberapa kasus yang jarang saja dapat berakibat fatal.

WHO menjelaskan sebagian besar virus ini ditularkan oleh hewan liar seperti hewan pengerat dan primata kepada manusia, sementara penyebaran dari manusia ke manusia lain sangat terbatas. Inilah alasan virus ini diberi nama cacar monyet.

Penularan utama dari hewan ke manusia terjadi lewat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit hewan yang terinfeksi. Memakan daging yang tidak dimasak dengan baik dari hewan yang terinfeksi juga mungkin menjadi salah satu cara penularan.

Sementara, penularan sekunder dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak tatap muka dalam waktu yang lama dengan orang yang terinfeksi, lesi kulit atau benda yang terkontaminasi cairan pasien.

Saat sudah terinfeksi, cacar monyet ini mengalami masa inkubasi selama 5 hingga 21 hari sampai munculnya gejala. Pada periode 0-5 hari ditandai dengan muncul demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kurang bertenaga.

Dalam 1-3 hari biasanya muncul ruam seperti cacar di sekitar wajah dan tempat lain di tubuh. Ruam ini bakal hilang sekitar tiga pekan.

Tak ada pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk menangkal cacar monyet. Tapi, WHO menyatakan vaksin cacar 85 persen efektif mencegah cacar monyet.

WHO mencatat kasus kematian dalam wabah cacar monyet berkisa 1-10 persen, dengan sebagian besar kematian terjadi pada usia muda.

Kasus pertama cacar monyet pada manusia terjadi pada 1970 pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di Kongo. Sejak saat itu, kasus cacar monyet semakin banyak ditemukan. Tercatat, terdapat 10 negara di Afrika yang pernah terserang wabah cacar monyet. Yang terbaru adalah Nigeria pada tahun lalu. (sumber: cnnindonesia.com)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)