| | | | | | |
Kamis, 15 November 2018  
DariRiau.com / Nasional / Malaysia dan Bangladesh Tertarik Sistem Pemberangkatan Haji Indonesia

Malaysia dan Bangladesh Tertarik Sistem Pemberangkatan Haji Indonesia


Senin, 10/09/2018 - 09:05:59 WIB

DARIRIAU.com - Dua negara tetangga Malaysia dan Bangladesh tertarik atas penyelenggaraan haji Indonesia. Kedua negara tersebut tertarik bertukar informasi dan mengapresiasi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, namun mampu mengatur secara baik dan tertib.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperoleh kunjungan dari tim misi haji Bangladesh di Madinah, Kamis, (06/09/2018) lalu menyusul kunjungan penyelenggara haji India ke Daker Madinah.

Kepala Daeah Kerja (Kadaker) Madinah, Mohammad Khanif  menegaskan sebenarnya studi banding  ini sangat kita butuhkan dalam rangka menggali  dan  bagaimana pelayanan jemaah mereka. “Sehingga ketika kita menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, maka kita bisa sharing bersama untuk perbaikan ke depan," ujar Mohammad Khanif, Minggu (9/9/2018) waktu Saudi Arabia.

Khanif memberi contoh  Bangladesh, sistem penyelenggaraan mereka berbeda dengan Indonesia. Kalau Bangladesh lebih banyak haji khususnya (dikelola swasta) ketimbang reguler (pemerintah). Haji khusus mereka mencapai 100 ribu lebih, sementara haji reguler hanya 7.000 jamaah.

"Justru kebalikan dari Indonesia, yang lebih banyak mengelola ibadah reguler ketimbang khusus," ujar Khanif.

Sedangkan untuk biaya haji reguler atau dikelola pemerintah lebih besar yakni sekira Rp 60 juta, ketimbang swasta di bawah angka itu, tergantung dari masing-masing tipe atau golongannya.

"Kenapa tarif haji pemerintah Bangladesh lebih mahal dari swasta, karena pemerintahnya menggunakan hotel di Markaziah, sementara swasta lebih murah karena hotel di luar Markaziah," tuturnya.

Sementara sistem penyelenggaraan haji di India lebih unik lagi, yakni melalui sistem undian.  Berbeda dengan Indonesia melalui  nomor antrean awal pendaftaran. "Melihat sistem tersebut dianggap bagus, India tertarik, katanya tahun depan akan mencontoh dan mengubah model pemberangkatan jemaahnya," terang Khanif.

Perwakilan misi haji Bangladesh, ABN Amin Ullah Nuri memberikan apresiasi dan ingin tahu bagaimana penyelenggaraan haji Indonesia dengan jumlah yang begitu besar, tapi bisa berjalan dengan lancar, mulai dari pendaftaran sampai dengan pelaksanaan di Saudi.

Seperti diketahui, petugas haji Bangladesh berjumlah 200 orang termasuk keagamaan dan kesehatan. Berbeda dengan Indonesia yang jauh lebih besar yakni mencapai 4.100 petugas.(gsu)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)