| | | | | | |
Senin, 24 09 2018  
DariRiau.com / Ragam / Hari Tasyrik, Dilarang Puasa Perbanyak Zikir dan Amal

Hari Tasyrik, Dilarang Puasa Perbanyak Zikir dan Amal


Kamis, 23/08/2018 - 20:38:27 WIB
ilustrasi
DARIRIAU.com - Semarak Hari Raya Idul Adha masih berlangsung. Usai merayakan kurban, umat Muslim bakal melalui hari Tasyrik selama tiga hari.

Hari Tasyrik itu berlangsung setiap 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau pada kalender masehi tahun ini tepat pada 23, 24 dan 25 Agustus 2018. Pada hari tersebut, seorang muslim dilarang berpuasa, namun dianjurkan banyak berzikir dan berbagi.

Ustad Yusuf Mansur menjelaskan sebab haramnya berpuasa di hari Tasyrik karena pada hari itu dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman serta berzikir kepada Allah SWT. Anjuran itu didasarkan atas hadis Imam Nawawi dalam Kitab Syarh Muslim.

"Imam Nawawi berkata, 'hadis ini menjadi dalil bagi ulama yang mengatakan bahwa berpuasa di hari-hari Taysrik tidak sah,'" kata Yusuf seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (23/8/2018).

Sementara itu menurut Ustad KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi, hari Tasyrik merupakan hari saat kaum Muslimin dilarang berpuasa dalam rangka merayakan kurban sehingga bergembira dan berbagi.

"Selama satu tahun sibuk dengan aktivitas masing-masing, Tuhan memberikan perayaan merasakan bersama-sama kebahagiaan dan tidak ada yang boleh tertinggal. Makanya dibagikan daging kurban," kata Wahyul.

Penyebelihan daging kurban masih boleh dilakukan selama beberapa hari setelah Hari Raya Idul Adha atau hari Tasyrik. Selama itu pula, menurut Wahyul, kaum muslim diminta untuk berbagi dan menikmati daging kurban.

Wahyul menjelaskan konsep kurban merupakan bentuk dari kesolehan sosial pada masyarakat sehingga memberikan dampak baik pada lingkungan.

Larangan berpuasa di hari Tasyrik ini menimbulkan hikmah secara rohani dan logis. Yusuf Mansyur menjelaskan secara rohani, pada hari itu Allah menjadikan kesempurnaan zikir kepadaNya terletak pada mensyukuri nikmat melalui hidangan.

"Berbeda dengan hari-hari biasa, yang mana kesempurnaan berzikir bisa dicapai dengan tidak terlalu memenuhi perut dengan makanan atau berpuasa," kata Yusuf.

Sedangkan secara logis, hikmah yang dapat diambil adalah Allah mensyariatkan tidak berpuasa agar tidak terjadi mubazir setelah menyembelih daging kurban. Yusuf menyebut Allah tidak menyukai perbuatan tabzir atau penyia-nyiaan.

Alih-alih berpuasa pada hari Tasyrik ini, kata Yusuf, berdasarkan Syarah Muslim, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dengan bertakbir. Pendapat yang sama juga diutarakan Ustad Wahyul.

"Perbanyak berbagi, bersedekah, dan zikir kepada Allah khususnya tahlil, takbir dan ucapan tahmid," ujar Wahyul.



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)