| | | | | | |
Minggu, 21 Oktober 2018  
DariRiau.com / Politik / Orang Riau Jadi Cawapres, Ini Pandangan Pakar Politik Unilak

Orang Riau Jadi Cawapres, Ini Pandangan Pakar Politik Unilak


Jumat, 10/08/2018 - 13:11:05 WIB
Sandiaga Uno
DARIRIAU.com - Setelah Joko Widodo menggandeng Ketua MUI KH Maruf Amin sebagai calon wakil presiden, dan secara mengejutkan giliran Prabowo   Subianto mengumumkan cawapres untuk maju di 2019 yaitu orang Riau, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Uno yang lahir di Rumbai Pekanbaru, 49 tahun lalu ini menjadi orang Riau pertama yang maju sebagai cawapres Indonesia.

Pengamat politik Universitas Lancang Kuning Alexsander Yandra S.IP.M.Si saat dihubungi mengatakan dirinya menilai publik tidak terlalu kaget dengan pilihan Prabowo karena Sandiaga Uno selain kader Partai Gerindra juga merepresentasikan pemilih milenial di Indonesia yang jumlahnya hampir mencapai 50 juta pemilih. Isu yang berkembang antara Prabowo dan Sandiaga adalah representasi dari gabungan nasionalis dan milineal religius.

Lalu apakah karena Sandiaga merupakan kelahiran Riau lantas bisa mendongkrak suara pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres mendatang di derah ini, Alexsander melihat bahwa Ini tergantung kekuatan elektoral Sandiaga Uno di Riau dan Sumatera. Soliditas partai, kader dan simpatisan di daerah juga sangat berperan. Dan terlebih solidnya ini juga tergantung kepada visi yang diusung, taktik,  dan logistik diantara partai pengusul serta kemampuan mempengaruhi pemilih akar rumput.

Dan yang menurutnya pengaruh besar untuk mendongkrak suara ada pada nama besar Ustaz Abdul Somad (UAS). "Jika bicara Riau maka ada nama ulama besar UAS yang digadang-gadangkan akan menjadi cawapres Prabowo sebelumnya namun UAS menolak dan fokus pada profesinya, jika komunikasi politik ini terbangun maka nanti bisa menjadi bahagian penting dalam kampanye. Apalagi dukungan sesama orang Riau, dan UAS punya pengaruh besar terhadap umat Islam," ujarnya.

Sejak Sandiaga maju sebagai calon wakil gubernur DKI dan dilantik menjadi wakil Gubernur, Sandiaga sudah semakin dikenal oleh masyarakat Riau baik yang berada di Pesisir.

Alexandre menjelaskan, jika berkaca pada pilpres tahun 2014, Prabowo itu menang di Kota Pekanbaru dan Kampar, sementara Jokowi menang di 10 Kabupaten di Riau. Dan untuk jumlah pemilih, pemilih di pesisir lebih sedikit dibanding daratan jika bicara demografi politik.

Disinggung mengenai pasangan Jokowi memilih Ketua MUI KH Maruf Amin, Alexsander yang lulusan Pascasarjana Universitas Andalas mengatakan preferensi pilihan politik Jokowi memilih ketua MUI yang notabene ulama adalah bentuk gabungan nasionalis dan religius yang representasikan spirit kebangsaaan dan keumatan. Karena sosok kiyai yang besar pengaruhnya terhadap santri apalagi Maaruf Amin profesional dan cucu dari salah satu imam masjidil haram.

"Dalam perspektif politik pilihan terhadap kiyai Maaruf karena orang senior di PBNU yang nanti tidak akan menggangu posisi Muhaimin Iskandar dimuktamar PKB dan PDIP pada pemilu 2024," tutup Alexander.(yok)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)