| | | | | | |
Minggu, 16 Desember 2018  
DariRiau.com / Pendidikan / Di Unilak, Rektor Perguruan Tinggi Swasta se Riau Deklarasikan Tolak Radikalisme dan Terorisme

Di Unilak, Rektor Perguruan Tinggi Swasta se Riau Deklarasikan Tolak Radikalisme dan Terorisme


Sabtu, 09/06/2018 - 13:07:29 WIB

DARIRIAU.COM - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta yang ada di Riau mendeklarasikan melawan radikalisme dan terorisme di kampus Unilak, Jumat (8/6/2018).

Deklarasi ini dilakukan atas keprihatinan yang terjadi di lingkungan kampus Unri beberapa waktu lalu. 

Hadir dalam deklarasi ini yaitu Rektor Unilak Dr.Hj Hasnati SH.MH, Rektor Universitas Islam Riau Prof.Syafrinaldi, Irman Effendi dari AMIK MITRAGAMA, Susandiri, MKom (STMIK AMIK Riau), dr. H. Zainal Abidin (STIKES Hangtuah), Dr. Hendriko, Hulaimi (STIH Persada Bunda), Dr. Arlisman Adnan, M.Sc (Universitas Abdurrab), Ikhsan Syarkawi, MKom (Direktur AMIK Tri Dharma), Beni Sukri SH., M.H (STIH Persada Bunda), Ir, Hj, Elfi Indrawanis, MM (Rektor UNIKS), Tomy Fitrio, SE., MM (STIE Indragiri), Agus Salim (STIKES Awal Bros, Julianto (AMP), Dr. Adolf Bastian, MPd, Ahmad Hanafi, Raja Indra Irawan, dan perwakilan dari pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah Riau.

Pelaksanaan deklarasi ini juga dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Nandang MH, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Sonny Aprianto SE, MM dan Kabinda Provinsi Riau Marsma TNI Rakhman Haryari, SA, MBA, M.Sc, perwakilan Lemprov Riau, jajaran dosen dan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta se Riau.

Pembacaan deklarasi dilakukan oleh para rektor perguruan  tinggi swasta di depan forum komunikasi pimpinan daerah Provinsi Riau.

Usai pembacaan deklarasi dilanjutkan membubuhkan tanda tangan di papan putih oleh rektor, pimpinan perguruan tinggi dan diikuti oleh Kapolda Riau, Danrem 031/Wirabima, Kabinda, perwakilan Pemprov Riau  sebagai bentuk komitmen melawan radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus.


Rektor Unilak Dr.Hasnati dalam sambutannya mengatakan bahwa semoga dengan deklarasi ini dapat mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak merebak dan masuk ke dunia pendidikan. "Ke depan kita sama-sama menciptakan mahasiswa yang merupakan bibit generasi emas untuk membela negara," ujarnya.

Sementara itu ketua APTISI wilayah Riau dr.Zainal Abidin.MPH  mengatakan Unilak menjadi PTS pertama yang menghubungi dirinya untuk mengadakan deklarasi penolakan paham radikalisme dan terorisme. 

"Saya ingat betul saat itu Pak Junaidi (Wakil Rektor I Unilak) menghubungi saya atas perintah langsung Ibu Rektor Unilak (Dr Hj Hasnati SH MH). Saya sangat mengapresiasi hal tersebut," ujarnya.

Ditempat yang sama di depan para rektor, Kapolda Riau memberikan sambutan selama 30 menit mengatakan, menjaga keamanan harus bersama-sama dilakukan contohnya di sektor-sektor pendidikan.

Di dalam undang undang dasar jelas disebutkan tugas  negara mencerdaskan bangsa dan para rektor perguruan tinggi swasta juga ikut berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa. 

"Keamanan dengan mencerdaskan bangsa itu adalah sejalan, keamanan kampus adalah tanggung jawab pengelola kampus dan kepolisian paling terdepan karena menyangkut keamanan," ujar Kapolda Nandang.

Ia menyebutkan, paham radilisme telah dimulai saat anak-anak berada di bangku sekolah lanjutan atas, dan berlanjut hingga ke perguruan tinggi. Tugas universitas, kata Nandang, adalah bagaimana supaya paham tersebut tidak berkembang. 

''Harus selalu ada komunikasi harmonis dan terarah antara mahasiswa dengan dosen. Termasuk memperhatikan perilaku mahasiswa,'' ujar Kapolda.

Penganut paham radikalisme, menurut Nandang, cenderung bersifat tertutup. Dan, sifat itu jauh dari jatidiri seorang mahasiswa. Dosen diharapkan tidak hanya dapat mengajar di bangku kuliah melainkan selalu memberi perhatian kepada mahasiswa baik ketika berada di kampus maupun di luar kampus. ''Terorisme merupakan ancaman bagi kita semua dan siapapun bisa terpengaruh olehnya,'' tambah Nandang.

Acara juga diisi dengan dialog singkat antara mahasiswa dan forkopimda, dan ditutup dengan buka bersama dan shalat magrib berjemaah dan diakhir acara para mahasiswa dan peserta lainnya ikut  membubuhkan tandatangan sebagai komitmen mencegah radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus.



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)