| | | | | | |
Minggu, 16 Desember 2018  
DariRiau.com / Otonomi / ASN Pekanbaru Terima THR, Ini Sumber Anggarannya

ASN Pekanbaru Terima THR, Ini Sumber Anggarannya


Selasa, 05/06/2018 - 00:05:02 WIB

DARIRIAU.com - Keputusan Pemerintah yang tertuang lewat surat bernomor 903/3387/SJ dan ditunjukan kepada Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia terkait dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji 13 untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru langsung mencarikan solusi terkait dengan pembayaran THR tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer menyebut jika anggaran yang bakal diberikan untuk pembayaran THR memang tidak dimasukan dalam anggaran APBD. Untuk itu, agar ASN di Pemko Pekanbaru tetap mendapatkan THR, maka beberapa kegiatan di Pekanbaru akan dikurangi.

"Untuk pembayaran THR, Pemerintah Pusat kan tidak menganggarkan. Jadi dana dari mana akan kita cari, tentu dana itu-itu juga yang akan kita putar. Jadi konsekuensi agar ASN tetap menerima THR, tentu kegiatan pembangunan dan kegiatan lainnya akan berkurang," kata M Noer, Senin (4/6/2018).

Dikatakan M Noer, Pemko Pekanbaru dilema jika nantinya para ASN tidak diberikan THR. Hal ini disebabkan karena adanya surat perintah tentang instruksi pembayaran THR dan gaji 13 bagi ASN.

"Jadi kita serba susah. Diiyakan salah, tak diiyakan salah. Tapi, kami sudah berembuk dengan Plt Walikota Pekanbaru, kita tetap cari uang untuk membayarkan THR ini," ungkapnya.

Mantan Asisten I Setdako Pekanbaru ini menyebut, untuk pembayaran THR bagi ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru nominal yang akan dikeluarkan secara keseluruhan mencapai Rp65 miliar. "Dan minggu ini akan kita bayarkan. Kalau tidak Kamis ya hari Jumat, THR itu sudah cair," katanya lagi.

Berbeda dengan ASN, tenaga Honorer dan THL di Pemko Pekanbaru bahkan harus gigit jari karena tahun ini Pemko Pekanbaru tidak akan memberikan THR bagi ribuan honorer dan THL.

M Noer mengatakan tahun lalu memang ada dianggarkan THR untuk honorer dan dibayar saat menjelang Idul Fitri. Namun, setelah dievaluasi, ternyata honorer tidak dibenarkan diberi THR sehingga tahun ini tak lagi dianggarkan.

"Saya sangat sedih sekali karena berdasarkan aturan pemerintah pusat dilarang THR untuk honorer. Kemarin memang sempat kita anggarkan THR untuk honorer di lingkungan Pemko Pekanbaru. Namun dengan kebijakan pusat anggaran tersebut tidak ada lagi hal tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri tentang tidak ada lagi THR bagi tenaga honorer ini," kata M Noer.

M Noer yang pernah menjabat Kepala Disdukcapil Kota Pekabaru ini meminta kepada masing-masing ruang lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Pekanbaru bisa patungan atau mungkin punya alokasi dari anggaran sendiri untuk memberikan THR.

"Itu kami serahkan kepada OPD yang punya tenaga honerer dan THL. Mereka sama seperti kita bekerja. Jadi pemberian THR sekarang berdasarkan kebijakan Kepala OPD," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru setiap tahunnya menggelontorkan dana hingga lebih kurang Rp150 Miliar untuk membayarkan honor dan tunjangan hari raya bagi Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja dilingkungan Pemko Pekanbaru. THL yang ada di lingkungan Pemko Pekanbaru jumlahnya tidak kurang dari 5.847 orang. (cakaplah)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)