| | | | | | |
Minggu, 24 Juni 2018  
DariRiau.com / Nasional / Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Tak Terkendali

Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Tak Terkendali


Senin, 04/06/2018 - 10:37:55 WIB

DARIRIAU.COM - Anggota DPR RI Ihwan Datuk menyesalkan tingginya harga tiket pesawat menjelang lebaran atau perayaan hari Idul Fitri 1439H. Semakin mendekati hari H, maka kenaikan harga tiket pesawat semakin sulit dikendalikan dan nyaris tak ada satu pihak pun mengontrolnya.

"Kemacetan transportasi darat di mana-mana, bukannya berimbas penurunan harga tiket pesawat karena banyak masyarakat mudik dengan jalur darat," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Datuk menduga maskapai penerbangan mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menaikkan tiket pesawat yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah penerbangan nasional

Wakil rakyat Senayan dapil Kaltim-Kaltara itu berpendapat meroketnya kenaikan tiket pesawat itu seolah-olah tanpa ada kendali dari pemerintah, dalam hal ini departemen perhubungan. Dia mencontohkan tiket pesawat Jakarta - Surabaya yang biasanya diluar lebaran pp bisa dapat dengan harga kurang dari Rp 1 juta/perorang. Namun sekarang ini bisa menjadi Rp 4 juta/perorang.

"Ini bukan kenaikan tapi main gila, memegang monopoli, lalu menainkan harga seenaknya, " katanya.

Datuk mempertanyakan tanggungjawab dan peran Pemerintah, DPR dan media yang hingga hari ini nyaris tanpa ada yang menyorotinya. Kenaikan harga tiket pesawat terjadi hampir di seluruh maskapai penerbangan mulai dari termahal Garuda hingga Citilink, Sriwijaya, Air Asia dan Lion. Semua maskapai nyaris sama kompak mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Keadaan ini sangat mencekik masyarakat, seolah-olah seluruh uang THR harus diserahkan kepada maskapai penerbangan, " katanya.

Datuk menegaskan seharusnya dengan sistem penjualan tiket online maka harga tiket pesawat mirip pembelian saham pada bursa saham. Setiap saat harga tiket bisa naik, lalu turun sedikit lalu naik lagi tak terkendali.

Politikus Fraksi Partai Demokrat itu meminta kepada Pemerintah dan DPR untuk menghentikan pratek main gila dari maskapai penerbangan nasional dan menyetop kenaikan tiket agar tidak melampaui 30 persen dari biasanya.

"Jika alasan karena minimnya armada pesawat, maka hendaknya menyewa pesawat asing khusus untuk operasi lebaran agar harga bisa ditekan, " ujarnya.



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)