| | | | | | |
Selasa, 14 08 2018  
DariRiau.com / Internasional / Satu Baris Pesan Perawat Korban Virus Nipah untuk Suaminya

Satu Baris Pesan Perawat Korban Virus Nipah untuk Suaminya


Rabu, 23/05/2018 - 04:34:46 WIB
Lini Puthussery (Foto:Twitter)
DARIRIAU.COM - Korban tewas akibat wabah virus langka bernama Nipah di India Selatan melonjak dua kali lipat menjadi 10 orang.

Di antara korban meninggal dunia tersebut, salah satunya adalah Lini Puthussery, seorang perawat yang ikut memerangi virus ini. Lini pergi dengan meninggalkan sebuah catatan pesan memilukan.

Ia seakan tahu waktunya pergi telah tiba, dan sepertinya tak akan sempat jika harus menunggu suaminya, Sajeeshetta, yang bekerja di Bahrain.

"Sajeeshetta, kurasa aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Maaf,” tulis Lini di baris awal catatan tersebut, seperti dilansir AFP Selasa (22/5/2018).

Lini juga berpesan "tolong jagalah anak-anak kecil kita, mereka tidak boleh kesepian."

Dilansir TheWeek, Lini mengalami demam tinggi setelah merawat satu keluarga yang terjangkit virus Nipah semalam suntuk pada Minggu (20/5/2018).

Ia yang menyadari kondisinya yang terus memburuk, langsung memutuskan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Bahkan Lini sendiri yang memberitahu dokter untuk langsung membawanya ke ruang isolasi karena kemungkinan besar membawa virus Nipah.

Dalam perjalanan ke rumah sakit Lini menghubungi suaminya namun tidak mengatakan bahwa penyakitnya serius. Tapi Sajeesh tetap memutuskan untuk pulang dan sempat bertemu Lini di ruang isolasi sesaat sebelum dia meninggal. Tapi ia menolak bertemu keluarganya yang lain karena takut menularkan Nipah. 

Lini meninggal pada hari Senin dan dikremasi sebelum anggota keluarganya dapat mengucapkan selamat tinggal terakhir karena ketakutan virus itu bisa menyebar.

Menteri Negara Bagian Kerala, Pinarayi Vijayan, mengatakan, "layanan tanpa pamrih dari Puthussery akan diingat."

Otoritas kesehatan di seluruh negara berada dalam siaga tinggi, mendirikan kamp medis dan ruang kontrol untuk mengatasi situasi yang muncul.

Mereka mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan termasuk menghindari makan buah yang jatuh ke tanah dan minum getah kurma mentah.

Nipah adalah virus mematikan yang diduga para peneliti menyebar dari kelelawar. Tidak ada vaksinasi untuk virus yang menyebabkan gejala mirip flu yang mengarah pada radang otak dan koma.

Nipah dilaporkan telah merenggut nyawa 40 hingga 75 persen orang yang terinfeksi olehnya. Menewaskan lebih dari 260 orang di Malaysia, Bangladesh, dan India sejak 1998.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus ini ke dalam daftar penyakit yang penelitiannya harus diprioritaskan, seperti Ebola dan SARS. Hal ini dikarenakan, virus baru ini dianggap memiliki potensi untuk menyebabkan pandemi mematikan.




| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)