| | | | | | |
Senin, 22 Oktober 2018  
DariRiau.com / Hukrim / Sempat Ditolak di Sumbar, Jenazah Terduga Teroris Abu Ibrahim Dimakamkan di Kampar

Sempat Ditolak di Sumbar, Jenazah Terduga Teroris Abu Ibrahim Dimakamkan di Kampar


Minggu, 13/05/2018 - 14:24:13 WIB

DARIRIAU.com - Jenazah terduga teroris, Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim (32), akhirnya dimakamkan di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Ahad pagi (13/5/2018).

Abu Ibrahim tewas dalam kerusuhan di Rutan Salemba, Kompleks Mako Brimob, Depok. Sebelumnya, jenazah Abu Ibrahim tiba di Bandara Sultan Syarif Kasian II Pekanbaru pada pukul 07.40 WIB.

Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti dibawa dengan mobil ambulan ke Desa Pandau Jaya. Jenazah Abu Ibrahim tidak dibawa ke rumah orang tuanya tapi langsung ke Musala  Al-Iklas, Jalan Kedondong, Pandau Jaya, untuk disalatkan.

Isak tangis keluarga langsung pecah setelah membuka peti jenazah. Keluarga, sejumlah warga dan  aparat desa ikut menyolatkan jenazah.

Setelah itu, jenazah dsimakamkan di  Tempat Pemakaman Umum Pandai Jaya, Jalan Purwodadi, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Sebelumnya, jenazah Abu Ibrahim sempat dikabarkan akan  dibawa ke kampung halamannya di Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Namun, ditolak warga hingga pemakaman dilakukan di Siak Hulu. Kepala Desa Pandai Jaya, Firdaus Roza, mengatakan, menerima pemakaman Abu Ibrahim karena orang tua, istri dan anak-anaknya tinggal di Desa Pandau Jaya.

"Kita pernah ketemu orang tua, istri dan anak-anaknya. Itu alasan kami hingga menerima (pemakaman) di sini. Alasan kemanusiaan," kata Firdaus.

Firdaus mengakui awalnya ada gejolak-gejolak di masyarakat desanya. "Tapi kita beri masukan dan yakinkan bahwa kalau tidak di sini di mana lagi sementara orang tua, istri dan anak-anaknya tinggal di sini semua," tutur Firdaus.

Seperti pernah diberitakan, Abu Ibrahim  tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Selasa (8/5/2018)  lalu. Dalam peristiwa itu, lima orang anggota Brimob gugur setelah ditembak dan disandera para napi teroris.

Polisi yang gugur adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Abu Ibrahim sebelumnya ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Selasa, 23 Oktober 2017 pukul 07.15 WIB.

Di hari yang sama, juga ditangkap Yoyok Handoko alias Abu Zaid, Wawan alias Abu Zaid, Handoko alias abu Buchory dan Kurniawan alias Abu Aisha. Abu Zaid juga disebut-sebut sebagai dalang kerusuhan tersebut.

Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim dan Handoko alias Abu Buchori merupakan peserta latihan fisik di Bukit Gema. Sedangkan latihan menembak dilakukan di Jambi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Yoyok dan Beni alias Abu Ibrahim terlibat perencanaan aksi teror dengan target kantor polisi di Pekanbaru. Sementara Wawan, yang merupakan amir Jamaah Anshar Daulah (JAD) Pekanbaru, berperan memotivasi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi. (sumber: Cakaplah.com)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)