| | | | | | |
Selasa, 14 08 2018  
DariRiau.com / Hukrim / Diam-diam KPK Pantau Dugaan Korupsi Jembatan WFC Bangkinang

Diam-diam KPK Pantau Dugaan Korupsi Jembatan WFC Bangkinang


Rabu, 25/04/2018 - 15:10:02 WIB

DARIRIAU.com - Diam-diam ternyata tim penyelidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berada tiga hari di Kota Bangkinang Kabupaten Kampar, Riau dalam rangka memeriksa dan cek fisik Jembatan Water Front City yang diduga terindikasi tindak pidana korupsi.

Kedatangan tim penyelidik KPK dan sejumlah tenaga ahli dari Perguruan Tinggi ini dalam rangka mencari alat bukti seiring dengan pemeriksaan terhadap beberapa pihak yang telah dilakukan di Jakarta.

Dari pantauan Rabu (25/4/2018) siang, areal masuk ke Jembatan WFC ditutup untuk umum. Baik dari arah Kampung Godang, Kecamatan Bangkinang maupun dari jalan nasional Riau-Sumbar di Kecamatan Bangkinang Kota.

Jalan masuk menuju jembatan dijaga aparat Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar dan polisi dari Polres Kampar. Di sekitar jembatan, tampak beberapa personel polisi berjaga-jaga.

Tampaknya tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa belasan orang yang berada di jembatan adalah petugas dari KPK.

Belasan orang ini hanya menggunakan pakaian biasa dan tidak ada memakai atribut KPK kecuali ada beberapa orang yang tampak memakai ID card KPK namun dimasukkan ke dalam kantong bajunya.

Salah seorang petugas KPK yang bersedia diwawancarai mengaku sudah tiga hari berada di Bangkinang dalam rangka proses penyelidikan terhadap jembatan ini.

"Masih proses, masih jalan, kami baru tiga hari di sini," ucap pria setengah baya yang tidak bersedia disebutkan namanya di media.

Ketika ditanya apa saja objek yang diperiksa, ia mengatakan semua komponen seperti struktur beton dan baja.

Dikatakan, jembatan dicek dari atas sampai bawah. "Termasuk jalan ini, bagian dari pembuatan jembatan, terangnya.

Terkait personel yang diturunkan menurut penuturannya tidak terlalu banyak, diantaranya ahli dari Perguruan Tinggi Negeri yang mengerti soal teknis pembangunan jembatan.

Kemudian mengenai siapa saja yang diperiksa dan kapan diperiksa, diakuinya telah dilakukan sejak lama. "Pemeriksaan orang sudah jalan lama di Jakarta," bebernya.

Dikatakan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan, belum masuk penyidikan. "Ya istilah masih cari permulaan bukti. Minimal dua alat bukti untuk proses penyidikan," imbuhnya.

Ia mengakui telah menemui kejanggalan proyek pembangunan jembatan yang menggunakan anggaran tahun jamak yang menyedot APBD Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau sekitar Rp 100 miliar lebih itu.

Setelah kegiatan cek jembatan, pihaknya akan melakukan uji fisik. "Uji fisik segala macam, kalau ada ditemukan dua alat bukti yang cukup baru ada ekspos dengan pimpinan jaksa dan penyidik. Kalau dirasa cukup baik lanjut penyidikan. Belum tentu ada tersangkanya juga ya," ulasnya.

Diantara peralatan yang digunakan untuk cek fisik jembatan ini diantaranya scan bar, alat untuk mengecek kelenturan jembatan dan alat untuk mengecek sampel beton.

"Nanti akan ketahuan seharusnya di perencanaan sekian ternyata dites ada kelainan, berarti ada apa. Semua terukur karena ada lab lab khusus untuk kontruksi," pungkasnya.

Untuk diketahui, jembatan ini disoft opening pada 27 Oktober 2017 namun beberapa waktu kemudian ditutup kembali untuk proses finishing dan kembali dibuka pada tahun 2018. (sumber: cakaplah.com)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)