| | | | | | |
Jum'at, 19 Oktober 2018  
DariRiau.com / Pendidikan / Uang Transportasi Dipotong, Guru Pekanbaru Ancam Mogok Mengajar

Uang Transportasi Dipotong, Guru Pekanbaru Ancam Mogok Mengajar


Senin, 16/04/2018 - 20:05:07 WIB

DARIRIAU.com - Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Pekanbaru Asmardi mengaku kesal karena kebijakan pengurangan tunjangan transportasi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru ini tidak diumumkan sebelum diterapkan.

"Kebijakan ini membuat kami terluka dan terzolimi. Jumlahnya mengalami penurunan cukup drastis tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu," ujar Asmardi saat hearing bersama DPRD Kota Pekanbaru, Senin (16/04/2018).

Asmardi juga menjelaskan, pemotongan uang transportasi ini cukup besar. Berdasarkan Peraturan Walikota Pekanbaru yang baru nomor 285 tahun 2018, uang transport bagi para pegawai di lingkungan Pemko Pekanbaru untuk guru, penilik dan pengawas berkurang menjadi Rp850 ribu.

"Biasanya kami menerima Rp1.400.000 sekarang hanya Rp850.000, pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan, tapi nasib kami jauh dari sejahtera kalau begini," sesalnya.

Lebih lanjut, Asmardi mengatakan, jika permasalahan ini tidak selesai, guru-guru telah sepakat untuk mogok mengajar bahkan sekalipun pelaksanaan Ujian Nasional hanya tinggal hitungan hari saja.

"Kami tidak segan untuk mogok mengajar jika ini tidak selesai," katanya dibarengi tepuk tangan dari guru yang hadir.

Sebelumnya DPRD Kota Pekanbaru melakukan hearing dengan perwakilan guru, penilik serta pengawas tingkat TK, SD dan SMP se-Pekanbaru dalam rangka membahas permasalahan di dunia pendidikan kota Pekanbaru.

Ketua komisi III sekaligus  pimpinan rapat,  Zulfan Hafis dilansir CAKAPLAH.com seusai rapat mengatakan, bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan dengan APSI, guru bantu provinsi, guru Kemenag, dan guru bahasa Inggris tingkat SD.

"Persoalan tunjangan transportasi yang berkurang tentulah itu memang wajar lah mereka datang, jadi mereka meminta perhatian dari pemerintah akan persoalan ini," kata Zulfan.

Dikarenakan ketidakhadiran pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru pada hearing tersebut, akhirnya DPRD mengagendakan ulang pertemuan tersebut pada senin mendatang.

"Karena BPKAD tidak hadir walaupun sudah kita undang, hari Senin kita agendakan lagi dan kita berjanji akan bersama sama mencari jalan keluarnya," kata politisi muda tersebut.

Selanjutnya, untuk persoalan guru Kemenang kata Zulfan, adalah persoalan uang insentif yang belum diterima. Padahal dari Pemko, dewan sudah menggagarkan setiap tahunnya ada insentif.

"Karena memang mereka (guru bantu Kemenag) ini kan vertikal, tapi ada perhatian dari pemerintah kota semacam insentif. Dan alhamdulillah untuk guru Kemenag ini sudah clear, tinggal menunggu SK dari Kemenag, dan akan dibayarkan langsung untuk dua bulan ini," jelasnya.

Selanjutnya, untuk permasalahan guru bahasa Inggris tingkat SD, Zulfan mengatakan permasalahannya ada pada masalah aturan, yang mana pada saat ini untuk mengajar di SD tidak mendapatkan sertivikasi lagi. Karena tidak menjadi mata pelajaran wajib.

"Nah mengenai persoalan ini, kita akan membawa perwakilan mereka ke Jakarta. Selasa depan kita akan ke Jakarta," tukasnya. (ckp)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)