| | | | | | |
Senin, 24 09 2018  
DariRiau.com / Rokan Hilir / Pemkab Rohil Kembangkan Potensi Budidaya Kerang

Pemkab Rohil Kembangkan Potensi Budidaya Kerang


Rabu, 01/11/2017 - 20:15:33 WIB

DARIRIAU.com - Kabupten Rokan Hilir (Rohil) yang berbatasan langsung dengan Negeri tetangga Malaysia, memiliki daerah pesisir yang begitu luas. Selain memiliki potensi perikanan yang begitu besar, Rohil juga memiliki potensi Budidaya kerang yang begitu menjanjikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dibawah Pimpinan H Suyatno AMP selaku Bupati serta Drs.Jamiluddin selaku Wakil Bupati pada Tahun 2107 memprioritaskan program budidaya kerang di daerah pesisir. Selain daerah itu memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah juga telah masuk di dalam program Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI).

H Suyatno mengatakan kalau untuk budidaya kerang di daerah pesisir seperti Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika) dan Kecamatan Sinaboi telah masuk di buku Balitbang. Dengan demikian Ia memberikan instruksi kepada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil untuk menggalakkan budidaya kerang di dua kecamatan tersebut.

"Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Balitbang beberapa waktu yang lalu menjelaskan kalau kerang yang ada di dua kecamatan itu kandungan logamnya sangan rendah dan aman untuk dikonsumsi," ujar Suyatno.

Bupati juga menyebutkan, sayangnya pada waktu itu tim Balitbang tersebut belum sempat melakukan penelitian mengenai kerang itu apakah bisa diolah untuk pengalengan atau tidak. Namun demikian dirinya sangat berkeyakinan kalau kerang-kerang yang ada di pesisir pantai sangat aman untuk dikonsumsi karena kandungan logamnya rendah. Nah, jika budidaya kerang ini kita galakkan dengan maksimal maka sangat diyakini perekonomian masyarakat yang ada dipesisir akan tumbuh maju dan meningkat," papanya.

Hasil laut berupa kerang salah satu hasil pendapatan nelayan yang ada di Kecamatan Palika dan Sinaboi. Untuk itu Diskanlut Rohil harus menggalakkan budidaya kerang di daerah tersebut. Kedua kecamatan itu memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Potensi budidaya kerang di daerah perairan Rohil sangat menjanjikan dan mampu mengangkat perekonomian. Bahkan program budidaya ini telah dilaksanakan oleh Pemkab Rohil sejak tahun 2003 lalu. Hanya saja masyarakat lebih banyak mengumpulkan bibit kerang dan dijual ke penampung di negara Malaysia.

Kegiatan itu terus berlanjut dari tahun ketahun yang membuat para nelayan pada saat itu kesulitan mendapatkan kerang untuk dikonsumsi. Saat ini Pemkab Rohil telah membantu para nelayan dengan program khusus. Bahkan hasil kerang didua kecamatan itu telah mampu memenuhi kebutuhan lokal seperti kota-kota besar dipropinsi riau hingga kepropinsi Sumatra utara (Sumut) dan Negara Malaysia," sebutnya.

Untuk teknologi budidaya kerang sendiri saat ini kita masih melakukannnya secara tradisional dengan membuat tambak. Bahkan, ada yang masih sangat tradisional dengan memanfaatkan pasang surut air laut. Sementara untuk pengumpulan kerang kita masih menggunakan sistem dengan melakukan pengerukkan perairan sedalam lebih kurang 3 Centi Meter dengan menggunakan keranjang," jelas Suyatno.



Tempat Pengalengan Kerang


Tiga kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dinilai sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai usaha pengalengan kerang. Tiga kecamatan itu terletak di wilayah pesisir dan memiliki bahan baku yang sangat cukup. Agar peluang itu bisa terwujud, Pemkab Rohil melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) saat ini tengah melakukan pembinaan.

Pelaksana tugas (Plt) Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi mengatakan, selama ini kita memang sering mendengan ada pengalengan ikan di sejumlah daerah ditanah air. Namun untuk pengalengan kerang belum pernah kita dengar. Nah, Dengan Potensi yang kita miliki serta didukung dengan bahan baku yang cukup, maka tidak ada salahnya kita mencoba melakukan pengalengan kerang.

Selama ini Kata Surya Arfan para nelayan kita hanya terfokus dengan mencari dan menjual ikan maupun kerang yang segar tanpa ada terpikirkan peluang itu. Makanya kita melalui Diskanlut melakukan pembinaan kepada para nelayan khususnya nelayan pesisir seperti nelayan yang ada dikecamatan Bangko, Palika, dan Sinaboi.

"Kalau untuk kerang yang ada di kepenghuluan sungai daun dan Panipahan memang kita programkan budidayanya. Bahkan setiap empat bulan sekali dilakukan panen yang tentunya sudah bisa menambah tambahan penghasilan bagi para nelayan," kata Surya Arfan.

Ditambahkan, Untuk tahap awal kita akan melakukan pembinaan dengan membuat semacam industri rumah tangga seperti keripik udang, ikan dan kerang. Jika nanti Simber daya manusia (Sdm) masyarakat sudah mencukupi, barulah kita usahakan untuk mencarikan investornya untuk membuat pabrik," pungkasnya.

Pesisir Pantai Tempat Pengembangan Kerang

Badan Pengelolaan perbatasan (BPP) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sangat mendukung jika budidaya kerang dikembangkan oleh masyarakat yang berada di pesisir pantai seperti pantai yang ada di Kecamatan Palika, Pulau Halang dan Pulau Jemur. Karena daerah yang terletak perbatasan itu memang sangat berpotensi dengan hasil laut berupa kerang dan ikan.

"Potensi laut yang berada di pesisir pantai itu sebelumnya sudah memang pernah digali. Namun belumlah maksimal. Hal ini terkendala karena sulitnya mendapatkan bibit kerang. Maka sesuai tupoksi BPP kita siap membangun dan mengembangkan daerah yang terletak di perbatasan di berbagai bidang seperti insfraruktur, ekonomi, sosial budaya dan lain sebagainya," kata Kepala BPP Rohil, H Wazirwan Yunus S Sos Msi belum lama ini di Bagansiapiapi.

Kerang Kualitas Tinggi

Salah satu kecamatan yang akan dijadikan central budidaya kerang selain Kecamatan Palika adalah Kecamatan Sinaboi. Dimana daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Dumai itu juga memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah termasuk potensi kerang yang berkualitas tinggi. Bahkan, pihak kecamatan setempat mengklaim kalau kerang di daerahnya lebih bagus kualitasnya jika dibandingkan dengan kerang yang berada di Kecamatan Palika.

Demikian hal ini diutarakan oleh Camat Sinaboi, Abdul Hamid SH beberapa waktu yang lalu di Bagansiapiapi. Menurutnya, Kerang Sinaboi masih sangat banyak dan memiliki kualitas tinggi, jika dikembangkan sebagai sentral budidaya maka sangat diyakini perekonomian masyarakat akan meningkat. Agar hal itu terwujud, pihaknya bersama masyarakat akan mengusulkan pembekoan bibir pantai sepanjang 2,5 kilometer ke Dinas perikanan dan kelautan (Diskanlut) Rohil agar kapal nelayan bisa bersandar di bibir pantai.

Mantan Kakan Satpol PP Rohil ini juga mengatakan dalam waktu dekat Mentri Kelautan dan Perikanan (Kemen KPP) Republik Indonesia (RI), Pudji Astuti akan mengunjungi Kabupaten Rokan Hilir untuk melihat potensi perikanan. Salah satu daerah yang dikunjungi Mentri KPP itu nantinya adalah Kecamatan Sinaboi.

"Saat ini bibir pantai yang ada di Sinaboi telah mengecil diakibatkan air pasang surut. Sehingga, kapal nelayan sangat sulit untuk merapat di bibir pantai tersebut. Nah, kalau bibir pantai itu digali kembali maka selain kapal nelayan mudah merapat juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat budidaya kerang," pungkas Abdul Hamid. (Advertorial/Humas)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)