| | | | | | |
Minggu, 24 Juni 2018  
DariRiau.com / Nasional / LE Khawatir Pemilih Pemula Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019

LE Khawatir Pemilih Pemula Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019


Kamis, 07/09/2017 - 09:54:01 WIB

DARIRIAU.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy mengaku khawatir hak suara pemilih pemula berusia 17 tahun tidak dapat digunakan pada Pemilu 2019 mendatang. Menurutnya, kekhawatiran ini merupakan dampak dari meninggalnya saksi kunci kasus e-KTP, Johannes Marliem.

Pria yang akrab disapa LE ini menuturkan, kepengurusan atas perangkat lunak perekam data kependudukan hingga saat ini tidak jelas penyelesaiannya. Hal ini tentu secara langsung berdampak pada para pemilih pemula tidak bisa direkam. Sehingga mereka tidak bisa mempunyai e-KPT untuk menggunakan hak suaranya pada pemilu mendatang.

"Saya dapat informasi yang valid. Kalau pencetakan KTP, form KTP,  itu bisa diselesaikan Kemendagri, kita optimis. Yang jadi masalah adalah akibat dari kisruhnya e-KTP, software-nya hanya bisa merekam maksimal 170 juta (penduduk)," ujar Lukman Edy di gedung DPR, Senayan.

Seperti diketahui, dalam rapat antara Komisi II DPR, KPU, Bawaslu, dan Kemendagri belum lama ini, masalah perekaman e-KTP memang sempat disinggung. Komisi II DPR mengatakan perekaman e-KTP yang akan digunakan untuk pemilih di Pilkada dan Pemilu mendatang terancam terhenti.

"Persoalan teknis, bahwa perekaman itu ada batasnya. Kita khawatir begitu software yang dibuat ini tidak bisa merekam lagi, apa antisipasinya. Ini menyangkut jutaan pemilih yang tidak bisa direkam," imbuhnya.

UU Pilkada Pasal 200 A, Sambung LE, mengamanatkan pada akhir 2018, basis data pemilih harus sudah menggunakan e-KTP dan tidak berlaku lagi surat keterangan untuk memilih.

"Soal e-KTP, dalam UU Pilkada Pasal 200 A jelas mengatakan, akhir Desember 2018, 100 persen harus sudah menggunakan data kependudukan berdasarkan e-KTP. Tidak menerima bentuk surat keterangan kependudukan yang lain," pungkasnya.

LE yang juga Bakal Calon Gubernur Riau 2018 ini mengaku mendapat informasi diatas secara langsung dari saksi kunci e-KTP yang sudah meninggal, Johannes Marliem.

"Saya dengar informasi dari almarhum Johannes Marliem, dia punya staf teknis. Dia (staf Marliem) sampaikan kepada saya secara langsung," sebut LE. (rbc)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)