| | | | | | |
Kamis, 26 April 2018  
DariRiau.com / DPRD Bengkalis / Indra Gunawan: Belajar Kelola Keuangan atau Hura-hura?

BPMPD Ajak Kades ke Bali
Indra Gunawan: Belajar Kelola Keuangan atau Hura-hura?


Minggu, 19/04/2015 - 11:41:13 WIB

DARIRIAU.com -  Tidak Hanya kalangan LSM, sejumlah anggota DPRD Bengkalis juga mempertanyakan program memboyong para kepala desa ke Bali oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) ke Bali. 

Bukan belajar kelola keuangan atau peningkatan PAD, dewan menduga ada maskud lain dari kegiatan tersebut.

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Bengkalis H Indra Gunawan, Jumat (17/4). Kata pria yang akrab disapa Eet ini, sangat tidak tepat kalau alasan keberangkatan para kepala desa ke Bali untuk belajar mengelola PAD dan keuangan. "Masih banyak daerah lain yang lebih tepat untuk dikunjungi, mengapa harus Bali. Mau study banding atau hura-hura," heran Eet.

Terkait dengan pengelolaan keuangan, baru-baru ini seluruh bendahara desa sudah diikutkan dalam pelatihan pengelolaan keuangan desa di gedung Daerah dengan menghadirkan narasumber dari Jogjakarta.

Begitu juga para kepala desa, dalam seminggu terakhir sudah dua kali mengikuti kegiatan Rakor dan Bimtek, juga berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa.

"Usah beralibi ini dan itu, sampaikan saja terus terang kepada masyarakat, apa yang ingin didapat dari kegiatan tersebut. Kalau saya sudah cukup jelas, apa maksud dan tujuan kegiatan itu," terang Eet lagi.

Masih menurut Eet, sejatinya untuk belajar mengelola PAD tidak harus di Bali, banyak daerah lain yang layak dan bisa dijadikan daerah kunjungan study, bahkan di beberapa daerah di Riau juga ada yang berhasil. "Terus terang sajalah, karena alasan atau alibi yang disampaikan hanya menyakitkan hati masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bengkalis, H Ismail MP membantah bahwa kegiatan stuban sekaligus orientasi Kades ke Bali mubazir.

Dipilihnya Bali, karena desa yang ada di daerah tersebut berhasil dan mampu mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di desa walaupun dana ADD mereka kecil.

"Kegiatan ini tidak mubazir dan pasti ada manfaat yang bisa diambil dari stuban ke Bali ini salah satunya cara mengelola PAD desa dan pengelolaan keuangan yang nanti bisa diterapkan di Kabupaten Bengkalis ini," ujar Ismail, Kamis (16/4).

Selain itu pada tahun sebelumnya juga dilakukan stuban ke Jawa Timur yakni Semarang dimana desa yang ada bisa menerapkan sistem gotong royong dan juara terbaik tingkat nasional, selain itu dana desa yang dimiliki kecil tapi mampu berkembang.

"Hal-hal ini yang harus bisa dicontoh dan bisa diterapkan polanya di desa yang ada di Bengkalis," kata Ismail.

Ditambahkannya juga bahwa untuk proses ke tahap tersebut perlu ada tahapan dan Kades harus juga mampu untuk bisa berbuat, minimal ada beberapa acuan yang bisa diterapkan dalam pengelolaan keuangan dan PAD desa.

"Dengan kegiatan ini hendaknya bisa dilaksanakan secara bertahap dan apakah maksimal tentu kita  belum tahu pasti, tapi harus ada grafik kenaikannya diterapkan kepala desa," harap Ismail. (put)






| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)