| | | | | | |
Kamis, 26 April 2018  
DariRiau.com / DPRD Bengkalis / SKPD Terkesan Abaikan Instruksi Bupati Herliyan

Lelang Proyek Harus Tuntas Juni,
SKPD Terkesan Abaikan Instruksi Bupati Herliyan


Kamis, 09/04/2015 - 14:57:30 WIB

DARIRIAU.com - Instruksi Bupati Bengkalis Herliyan Saleh kepada kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis bahwa pelelangan proyek harus tuntas pada akhir Juni tahun ini, seperti diabaikan SKPD. Hingga saat ini baru kegiatan di Dinas Sosial yang sudah dilaksanakan pelelangan, sementara SKPD lainnya masih nihil.

Anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Fachrul Nizam ST, menanggapi hal tersebut mengaku heran melihat lambannya SKPD menyerahkan dokumen pelelangan kepada ULP. Deadline pelelangan yang diinstruksikan bupati akhir Juni bakal sulit terealisasi, karena sampai saat ini baru SKPD yang sudah menyerahkan dokumen lelang ke ULP.

"ULP itu badan Ad Hoc yang tidak berdiri sendiri. Kalau SKPD terlalu lama menyerhakan dokumen lelang, otomatis instruksi bupati seperti terabaikan dan itu adalah kelalaian SKPD dalam mem-follow up perintah bupati. Apabila dalam seminggu kedepan proses lelang belum juga dimulai untuk SKPD yang banyak kegiatan, hampir dipastikan pelelangan bakal melewati bulan Juni," ujar Fachrul Nizam, Kamis (9/4).

Disinggung politisi dari PAN ini, seharusnya jauh-jauh hari SKPD sudah menyiapkan dokumen lelang, termasuk memulai perencanaan. Padahal APBD sendiri sudah disahkan akhir Desember lalu, namun SKPD masih terkesan lambat dalam merealisasikan kegiatan, apalagi sudah ada instruksi langsung dari bupati supaya pelelangan segera dimulai dan berakhir akhir Juni.

"Jangan sampai kejadian lelang yang masih dilaksanakan pada akhir tahun anggaran, terulang kembali tahun ini. Karena korban dari keterlambatan itu adalah amsyarakat luas, bukan SKPD," kata Fachrul.

Sedangkan Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Bengkalis H.Suhaimi, menilai kebijakan yang dikeluarkan bupati soal deadline pelelangan proyek hanya sebatas instruksi kosong belaka. Buktinya sampai hari ini hampir seluruh SKPD belum menyerahkan dokumen pelelangan ke ULP, termasuk kegiatan proyek Penunjukan langsung (PL) mayoritas juga belum dimulai.

"Instruksi bupati itu seperti dianggap angin lalu saja, tidak ada keseriusan dari SKPD. Seharusnya bupati juga memahami kemampuan anak buahnya sebelum mengeluarkan pernyataan,karena dengan kondisi sekarang saya menilai tidak semua SKPD dalam kondisi siap melaksanakan instruksi bupati tersebut," tegas Suhaimi.

Menurutnya lagi, berkaca pada situasi yang ada sekarang, jangankan bulan Juni selesai lelang, bulan Agustus-pun belum bakalan tuntas. Tidak ada tanda-tanda keseriusan dari stake holder di Bengkalis dalam mewujudkan pembangunan yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya semata memuaskan segelintir orang.

"Wallahuallam, akhir Juni lelang proyek selesai seperti yang disampaikan pak bupati itu. Akhirnya statament orang nomor satu di Bengkalis itu tak diindahkan bawahannya. Atau mungkin karena tanggal 5 Agustus jabatan bupati dan wakil bupati berakhir,pelelangan proyek dimain-mainkan dahulu oleh SKPD," ucap Suhaimi menduga.(put)

         



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)